Dugaan Suap, KPK OTT Waka PN Medan

0
141
Foto: IStimewa

Sumateranews.co.id, MEDAN  ̶  Diduga suap, Komisi Pemperantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap empat orang hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan. Salah satunya adalah Wakil Ketua PN Wahyu Prasetyo Wibowo.

Hal itu dibenarkan Humas PN Medan Erintuah Damanik. Penangkapan dilakukan, Selasa (28/8/2018) pagi. “Ya (KPK),” katanya kepada wartawan.

Erintuah mengaku petugas KPK membawa 4 hakim dan 2 panitera untuk dimintai keterangan. Mereka dikabarkan dibawa ke Mapolda Sumut.

Wahyu Prasetyo Wibowo merupakan hakim ketua yang memvonis Meiliana bersalah. Kasus itu sempat menarik perhatian publik.

Meliana merupakan terpidana 18 bulan kasus penodaan agama. Pangkal masalahnya bermula dari keluhan Meiliana terhadap suara azan.

Total ada delapan orang yang ditangkap KPK di Medan. “Dari 8 orang tersebut, ada yang menjabat sebagai hakim, panitera dan pihak lain. Diduga telah terjadi transaksi terkait penanganan perkara tipikor di Medan,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo.

Sementara Bicara Makamah Agung (MA) Suhadi membenarkan penangkapan tersebut, “Benar yang diamankan pak Wahyu, Sontan Merauke Purba,” kata Suhadi, dikonfirmasi, Selasa (28/8/18).

Wahyu sebelumnya ada Ketua PN Tanjung Pinang sekaligus Ketua Majelis yang memvonis Meliana selama 18 bulan penjara karena mengeluhkan suara azan. “Yang diamankan termasuk Merry Purba, dia itu hakim Ad-hoc, berarti ini terkait perkara tipikor (tindak pidana korupsi), tapi perannya untuk apa belum diketahui,” ungkap Suhadi.

Menurut Suhadi, mereka saat ini sedang dimintai keterangan di ruangan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. “Ketua PN Medan Marsudin Nainggolan) juga ikut dibawa ke Kejaksaan Tinggi untuk memeriksa terkait positif dibawa,”tukas Suhadi.

Selain Wahyu, Sontan dan Merry, KPK juga mengamankan 5 orang lainnya, dalam OTT itu, ada uang dalam pecahan dolar Singapura yang turut disita. KPK memeliki 1×24 jam untuk melakukan pemeriksaan sebelum menentukan status hukum mereka.

 

Sumber : Lp6/Antara
Editor    : Syarif