Dugaan Suap dan Langgar Kode Etik Oknum KPU OKUT, Ini Langkah Hukum LAI

54
Selasa (13-10-2020) resmi sudah Oknum KPU OKU Timur dilaporkan oleh Lembaga Aliansi Indonesia DPC OKU Timur, bersama Ketua DPC OKU Timur Ustad Kanda Budi dengan di dampingi oleh Ketua DPD Aliansi Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Syamsuddin Djoesman. Foto. Dok. LAI
Selasa (13-10-2020) resmi sudah Oknum KPU OKU Timur dilaporkan oleh Lembaga Aliansi Indonesia DPC OKU Timur, bersama Ketua DPC OKU Timur Ustad Kanda Budi dengan di dampingi oleh Ketua DPD Aliansi Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Syamsuddin Djoesman. Foto. Dok. LAI

PALEMBANGLantaran Dugaan Suap dan Pelanggaran Kode Etik yang dilakukan Anggota Oknum KPU OKU Timur (OKUT), akhirnya secara resmi dilaporkan ke KPU Provinsi Sum-Sel. Oleh Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) OKU Timur, Selasa (13-10-2020).

Dok. LAI
Dok. LAI

Ketua LAI BPAN DPC OKU Timur, Ustat Kanda Budi menjelaskan, bagaimana Kronologis pelanggaran tersebut, beserta bukti-bukti lainnya berupa keterangan yang di gali dari beberapa sumber yang valid dan dapat dipercaya serta bukti percakapan sdr. YL yang mengakui bahwa suap  Rp 2,5 Miliar itu benar adanya.

Menurut Ustat Kanda Budi, beberapa hari sebelumnya KPU Provinsi Sum-Sel telah terlebih dahulu melakukan pemanggilan kepada Ke 5 (lima) Komisioner KPU OKU Timur untuk dimintai keterangan dan hasilnya akan menjadi rujukan atau rekomendasi KPU Sum-Sel untuk dilakukan pendalaman materi di DKPP RI di Jakarta, bertepatan juga Tim Aliansi DPC OKU Timur telah melaporkan hal tersebut di atas ke DKPP RI di Jakarta.

“Kami sangat menjaga Marwah keberadaan KPU Khususnya KPU Sumsel dikarenakan salah seorang Komisioner KPU yang berinisia YL mengatakan ‘apabila ini terbongkar akan banyak pihak yang terlibat tidak hanya Oknum KPU OKU Timur akan tetapi Pejabat Pemda’, dan oknum pejabat KPU Sumsel akan terkena imbasnya jelas YL di dalam Vidio rekaman ke Tim Investigator DPC Aliansi Indonesia OKU Timur”, ungkap Budi.

Ini tentunya lanjut Kanda Budi, menjadi permasalahan serius yang harus ditindaklanjuti seperti dikatakan salah seorang Komisioner Anggota KPU Sumsel Sdr. Amrah Muslimin, ‘Tidak ada yang kebal hukum di negeri ini siapa yang salah harus di hukum, akan tetapi kita tetap  harus mengedepankan azas praduga tak bersalah dan proses hukum yang ada’ , tegas Budi.

Diakhir penyampaian penjelasan dugaan Suap dan pelanggaran Kode Etik kepada komisioner KPU Sum-Sel, Ustad Kanda Budi menyerahkan Bukti Rekaman untuk menjadi Acuan KPU Sum-Sel yang menjadi salah satu alat bukti untuk mengungkap dugaan suap dan pelanggaran Kode Etik Oknum KPU OKU Timur.

Saat wawancara rekan-rekan pewarta sempat  meminta keterangan kepada Ketua DPC Aliansi Indonesia  Ustad Kanda Budi, dia mengatakan  sangat disayangkan, ketika diminta keterangan Kelima Komisioner KPU OKU Timur oleh Komisioner KPU Provinsi Sum-Sel mengatakan bahwa apa yang disangkakan oleh Tim Investigasi Aliansi Indonesia tidak benar, sementara dari pengakuan YL sendiri kepada Tim Investigator Aliansi Indonesia bahwa dugaan suap yang terjadi memanglah benar adanya, sebagaimana pengakuan YL dalam bukti rekaman, info ini  Kanda Budi dapatkan dari sumber yang ada di dalam KPU Sumsel sendiri yang engan disebutkan namanya, ulas Kanda Budi.

Sebelum pelaporan ke KPU Sumatera Selatan, Aliansi Indonesia melalui DPC Kab. OKU Timur telah terlebih dahulu melaporkan dugaan pelanggaran kode Etik ini ke Bawaslu Provinsi Sum-Sel, setelah itu DPC Aliansi Indonesia OKU Timur Pimpinan Ustad  Kanda Budi melanjutkan Laporan tersebut ke DKPP RI juga terkait dengan permasalahan yang sama,  lalu dilanjutkan kembali ke Kejaksaan Agung RI dan KPK sehubungan dengan Pidana yaitu suap yang dilakukan oleh Oknum Calon Anggota Dewan OKU Timur berjumlah Rp 2,5 Miliar Kepada salah seorang Oknum Komisioner KPU OKU Timur berinisial YL untuk meloloskan Oknum yang bersangkutan menjadi Anggota Dewan baik di OKU Timur sendiri, Provinsi, maupun DPR RI, tambah Kanda Budi.

Sementara itu, Ketua DPD  Aliansi Indonesia Syamsudin Djoesman meminta kepada Semua pihak dalam hal ini Bawaslu, KPU OKU Timur, KPU Sum-Sel, dan DKPP RI,  Kejaksaan Agung RI, serta KPK RI untuk mengawal permasalahan ini agar dapat mengungkap tabir kepalsuan  Oknum KPU, dan pejabat Pemda khususnya di OKU Timur menjadi terang benderang sehingga Marwah dari pada KPU dapat terjaga kesuciannya, cetus Syamsudin.

Untuk diketahui, pelaporan ke KPU Provinsi Sum-Sel ini Ustad Kanda Budi tidak hanya di dampingi oleh Ketua DPD Sum-Sel akan tetapi juga mengajak Wakil, Staff, serta Tim Advokasi berjumlah 30 Orang. Ketika sampai di KPU Provinsi Sum-Sel DPC Aliansi Indonesia, Ustad Kanda Budi dan Syamsudin Djoesman disambut dengan ramah oleh Ketua dan Anggota Komisioner lainnya, yaitu, Kelly Mariana (Ketua), Hendri Alma Wijaya (Anggota), Hepriyadi (Anggota), Amrah Muslimin (Anggota), dimana ke empat Komisioner KPU tersebut mempersilahkan Ketua DPC dan Ketua DPD Aliansi Indonesia Provinsi Sum-Sel memberikan keterangan mengenai Dugaan Suap dan Pelanggaran Kode Etik yang dilakukan Anggota Oknum Komisioner KPU OKU Timur.

Sumber : Rill LAI BPAN DPD Sumsel III Editor : Syarif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here