Dugaan Penyelewengan Dana Desa di Kampung Warga Indah Jaya Segera Mulai Diusut

0
224

Sumateranews.co.id, LAMPUNG – Sekelompok masyarakat yang tergabung didalam dua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung yakni Lembaga Investigasi Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara (Li-Bapan) dan Dewan Pimpinan Distrik Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (DPD-GMBI) akan segera melaporkan adanya dugaan penyelewengan penggunaan anggaran dana desa tahun 2019 di Kampung Warga Indah Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang.

Laporan dugaan tindak pidana korupsi dana desa itu tidak hanya akan dilaporkan ke penegak hukum yang ada di Kabupaten Tulang Bawang. Melainkan, juga akan disampaikan mereka ke tingkat pusat. Dalam hal ini, Lembaga Negara RI Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung (Kejagung).

Menurut Ferry Saputra selaku Ketua Li-Bapan mengatakan, program penggunaan dana desa di Kampung Warga Indah Jaya, Kecamatan Banjar Agung tidak dapat diharapkan masyarakat. Hal tersebut diperkuat setelah pihaknya melakukan pengecekan langsung ke lokasi penggunaan dana desa yang patut untuk di pertanyakan.

“Kami juga banyak menemukan kejanggalan dalam penggunaan dana desa di Kampung Warga Indah Jaya tersebut. Kasus ini perlu mendapatkan pengawasan yang lebih efektif dari pihak penegakan hukum agar terhindar dari penyalahgunaan anggaran yang dilakukan oleh oknum perangkat desa,” katanya.

Pihaknya juga meminta kepada pihak Aparat Penegak Hukum (APH) di Kabupaten Tulang Bawang untuk membantu tim pencari fakta terkait pengelolaan anggaran dana desa tahun 2019 di Kampung Warga Indah Jaya tersebut.

“Kami akan segera melayangkan surat atas laporan dugaan tersebut ke pihak berwajib. Dengan harapan APH dapat segera mengambil sikap sesuai fungsinya,” tuturnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Zazuli Silado selaku Sekretaris DPD-GMBI Tulang Bawang kepada awak media, Kamis (30/1/2020) yang mengaku telah menyiapkan beberapa poin penting dalam laporannya ke penegak hukum.

Menurutnya, bukan persoalan nilai tapi diduga dalam kasus itu sudah ada pelanggaran tindak pidana. “Kami akan terus kawal dan tidak ada rekonsiliasi. Kami berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas dan menegakan keadilan dan kebenaran,” terang Zazuli seraya menyebutkan adanya dugaan korupsi dana desa di desa tersebut sepertinya akan menjadi tugas terpenting bagi pihak-pihak berwenang.

 

Laporan : Herry/Robby

Editor : Dhino