Dua Tersangka Kasus Korupsi Kredit Modal Bank BUMN di Prabumulih, IH dan FY Resmi Ditahan di Rutan Pakjo Palembang

0
1110
Dua Tersangka Kasus Korupsi Kredit Modal Bank BUMN di Prabumulih, IH dan FY Resmi Ditahan di Rutan Pakjo Palembang
Pasca ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pemberian fasilitas Kredit Modal kerja Kontruksi Withdrawall Approval (KMKWA) yang diberikan salah satu Bank BUMN di Prabumulih, akhirnya Kejaksaan Negeri Prabumulih, Senin (26/07/2021) siang, resmi menahan 2 tersangka FY dan IH (inisial, red).

PRABUMULIH – Pasca ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pemberian fasilitas Kredit Modal kerja Kontruksi Withdrawall Approval (KMKWA) yang diberikan salah satu Bank BUMN di Prabumulih, akhirnya Kejaksaan Negeri Prabumulih, Senin (26/07/2021) siang, resmi menahan 2 tersangka FY dan IH (inisial, red).

Kedua tersangka ditahan dan langsung dibawa ke Rutan Kelas 1 Pakjo Palembang, usai sebelumnya menjalani pemeriksaan tahap II (dua) oleh penyidik Kejari Prabumulih.

Seperti diketahui kedua tersangka, yakni FY adalah Account Officer (AO) di Bank BUMN di Prabumulih sepanjang 2017-2019. Tersangka bertugas mencari nasabah, sementara tersangka kedua, IH merupakan pihak perusahaan swasta (kontraktor/vendor) di perusahaan BUMN sekaligus debitur pada proses pengajuan kredit tersebut.

Dari pantauan, kedua tersangka usai menjalani pemeriksaan beberapa jam, siangnya selepas bakdah Zhuhur terlihat keluar dari ruang penyidikan dengan posisi tangan diborgol dan memakai rompi warna pink bertuliskan tahanan sembari tertunduk, dan langsung menuju kedalam mobil untuk dibawa ke Palembang.

“Dari hasil pemeriksaan tersebut, didapatkan dua tersangka, yakni Inisial IH dan FY, yang langsung dibawa ke rutan klas 1 Pakjo Palembang,” ucap Kepala kejaksaan Negeri Prabumulih, Topik Gunawan melalui Kasih Pidsus, Wan Susilo, ketika dikonfirmasi awak media, usai penyidikan.

“Hari ini adalah dalam rangka proses tahap dua untuk penyerahan tersangka dan barang bukti, dari penyidik ke Penuntut Umum. Jadi hari ini terhadap kedua tersangka kita lakukan tindakan penahanan karena kewenangan sudah beralih ke JPU,” lanjutnya.

Saat ditanya akan ditahan dimana kedua tersangka, Wan sapaan akrabnya menjelaskan, keduanya akan dibawa dan ditahan ke Rutan Kelas I Pakjo Palembang.

“Tersangka hari ini kita bawa ke rutan kelas I Pakjo Palembang, untuk selanjutnya nanti disertai pelimpahan berkas perkara yang akan kita limpahkan ke pengadilan Tipikor, nanti selama 20 hari akan menjadi kewenangan dari JPU untuk melakukan penahanan. Setelah 20 harì nanti ķewenagan tersebut akan dikembalikan ke pengadilan,” bebernya.

Untuk kedua tersangka, tambah Wan, akan dijerat dengan pasal 2 dan pasal 3. “Pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 UU Tindak Pidana Korupsi UU No 31/1999, yang telah diubah ditambah UU No 20 tahun 2021 dengan ancaman hukuman penjara 5-20 tahun penjara,” tutupnya, singkat.(Heru)

Editor : Donni