Dua Remaja Cilik Indonesia Siap Rebut Medali Emas

0
3968

Sumateranews.co.id, PALEMBANG – Meski tidak ditarget muluk-muluk, namun dua srikandi remaja cilik Indonesia di cabang olahraga (cabor) skateboard siap untuk mengukir prestasi setinggi-tingginya.

Bahkan tidak menutup kemungkinan, Bunga Nyimas dan Aliqqa Novvery mampu merebut medali emas Asian Games 2018 di Palembang. Dari cabor ini ditarget 1 emas (baca berita sebelumnya, red).

Ditemui di Jakabaring Sport City (JSC), Minggu (26/8), Bunga Nyimas yang masih berumur 12 tahun memasang target medali emas di dua nomor yang diikutinya.

“Saya main di nomor street dan park. Target saya emas, tapi kalau tidak bisa meraih itu, mungkin punya kesempatan meraih medali perak atau perunggu,” ungkapnya sedikit malu-malu.

Target tersebut, lantas tidak membuat Bunga meremehkan calon lawan-lawannya. “Lawannya berat-berat semua. Lawan berat itu dari negara Filipina, Korea, Jepang, dan China. Kesulitannya karena mereka (lawan) memiliki trik-trik yang belum saya kuasai. Itu aja sih,” lanjutnya.

Masih kata Bunga, persiapan yang sudah dilakukan untuk menggapai targetnya, dengan melatih trik-trik yang dikuasai secara maksimal.

“Selama ini, persiapan yang saya lakukan adalah melatih trik-trik yang saya kuasai. Apalagi, kemarin saya sudah memantapkan trik back-side flip, dan itu sudah saya latih dengan maksimal,” ungkapnya.

Ditambahkan, dukungan orang tua dan guru menjadi motivasi tersendiri baginya untuk meraih prestasi setinggi-tingginya. “Orang tua dan guru adalah orang-orang yang paling mendukung karir saya sejauh ini. Selain itu, teman-teman di sekolah berharap saya bisa meraih prestasi yang mengharumkan nama bangsa,” ujarnya.

Sementara, atlet termuda Asian Games 2018, Aliqqa Novvery yang baru berusia 9 tahun, juga berharap bisa berbicara banyak di pertandingan, bahkan kalau bisa meraih medali emas di nomor women park.

“Saya bertanding di nomor women street. Untuk saat ini, target saya bisa masuk final itu tidak apa-apa. Tapi, harapan terbesarnya tentu mendapat medali emas,” ungkapnya sambil tersenyum manis.

Sama seperti Bunga, Aliqqa juga mendapat dukungan penuh dari kedua orangtuanya. Bahkan, keduanya sudah menemani Aliqqa sejak di Pelatnas sampai saat ini.

“Selama ini, orang tua mendukung penuh karir Aliqqa. Selain menemani saat Pelatnas, mereka juga hadir di Palembang untuk mendukung langsung,” bebernya.

Diceritakan, perkenalan Aliqqa dengan dunia skate terjadi secara tidak sengaja. Berawal dari sepupu yang membawa skateboard saat bertamu kerumahnya, sampai pada akhirnya Aliqqa semakin mencintai olahraga ekstrim tersebut.

“Awalnya waktu itu sepupu datang ke rumah dan membawa papan skate. Melihat itu, saya coba minta diajarin cara mainnya. Karena mama sering melihat saya memainkan papan skate, akhirnya saya diajak ke skatepark dan dikenalkan dengan pelatih skate,” ucapnya.

Untuk kedua atlet putri tersebut, head coach tim skate Indonesia, Jojaya Charles Kusuma atau akrab dipanggil Charlie, memang tidak membebani kedua atlet putrinya dengan target yang muluk-muluk. Baginya, tampil dengan baik dan mengambil pengalaman di Asian Games, secara tidak langsung akan menjadi modal penting bagi karir keduanya di masa yang akan datang.

“Bunga dan Aliqqa adalah aset kami dan bangsa ini. Kami tidak mau membebani mereka dengan target yang muluk-muluk. Hal yang terpenting bagi mereka adalah tampil dengan baik dan menjadikan ajang Asian Games sebagai pengalaman dan pelajaran berharga untuk karir mereka ke depan,” pungkasnya.

Perlu diketahui, dalam ajang Asian Games, Indonesia menurunkan enam atlet di cabor skateboard sebagai persiapan dan uji coba menuju Olimpiade 2020 di Tokyo.

Keenam atlet tersebut adalah Aldwien Angkawidjaya, Sanggoe Darma Tanjung, Jason Lijnzaat, Pevi Permana Putra, Bunga Nyimas, dan Aliqqa Novvery. Indonesia menargetkan satu medali emas dari tim putra yang kemungkinan bisa datang dari Sanggoe atau Pevi.

Laporan          : Irfan
Editor/Posting : Imam Ghazali