Dua Mahasiswa Unsri Dipukuli Petugas, Ini Penyebabnya

0
603

Sumateranews.co.id, INDRALAYA- Mengapa mahasiswa Unsri ditangkap pihak kepolisian. Penyebabnya bukanlah tindakan kriminal apalagi narkoba. Namun karena mereka berjuang untuk rekan-rekannya sesama mahasiswa. Benarkah?

Berawal dari Rabu (2/8), dimana Ketua Umum Presiden Mahasiswa Unsri Rahmad Farizal, Ketua KAMMI Aditya Arief Laksana, dan Ones Sinus (Ketua Umum GMNI) dilaporkan ke Polres OI oleh pihak Universitas dengan dugaan melakukan tindakan dan perbuatan yang mengandung unsur-unsur pengujaran kebencian, mempermalukan rektor, dan pelanggaran undang-undang dalam memperjuangkan UKT semester 9 yang tidak ada klarifikasi pada yang bersangkutan sebelumnya.

Akibat laporan tersebut maka sistem informasi akademik Rahmad Farizal cs dinonaktifkan.

Melihat rekannya dipolisikan oleh lembaga tempat mereka bernaung, maka Kamis (3/8) kembali para mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) berunjuk rasa soal uang kuliah dan memprotes pelaporan ke polisi rekan mereka (Rahmad Farizal cs). Aksi sempat ricuh hingga berbuntut diamankannya 2 mahasiswa oleh petugas keamanan (polisi dan satpam Unsri) ke ruang Rektorat Unsri. Mereka yang diamankan tersebut bernama Dedi Satria (Fisip Unsri 2013) dan M. Agus Rianto (FKIP 2013). Keduanya dipukuli polisi dan satpam Unsri. Aksi pemukulan mereka sempat direkam dan divideokan oleh para mahasiswa lainnya.

Unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa adalah untuk memperjuangkan uang kuliah tunggal (UKT) dan pencabutan laporan terhadap Ketua Presiden Mahasiswa Unsri Rahmad Farizal cs satu hari sebelumnya. Ditahannya dua mahasiswa dikarenakan dugaan mereka memaksa masuk gedung rektorat dan memecahkan pintu kaca. Padahal mahasiswa lainnya menolak kalau mereka dikatakan memaksa masuk apalagi sampai memecahkan kaca. Sebab kaca pecah diduga tindakan Satpam Unsri itu sendiri.

Dari pantauan media sumateranews.co.id kamis (3/8/2017) di kampus Unsri, Ogan Ilir, aksi mahasiswa yang dimulai sejak pagi itu sempat beberapa kali memanas. Mahasiswa menuntut penurunan UKT, karena dinilai mencekik orang tua karena biaya UKT yang terlalu tinggi.

Selain itu, dalam orasinya mahasiswa menuntut pencabutan laporan pihak Unsri terhadap Rahmad Farizal cs. Mahasiswa menilai laporan tersebut sebagai bentuk pembungkaman dan kriminalisasi mahasiswa dalam menyampaikan pendapat dan beberapa kali aksi yang tidak menemui kesepakatan.

Aksi mahasiswa memanas dan sempat rusuh setelah Shalat Zuhur. Namun akhir dari aksi ini pun tak sampai berlanjut. Karena kemunculan Dedi Satria didampingi oleh Wakil Rektor IV (Muslim) menemui para mahasiswa seraya berkata bahwa untuk UKT akan diturunkan menjadi Level 1. Tetapi dengan syarat mahasiswa yang bersangkutan dapat memperlihatkan surat keterangan tidak mampu. ‘’Sedangkan poin-poin lain yang belum terpenuhi lainnya maka akan dilakukan mediasi antara perwakilan mahasiswa dengan pihak Rektorat,’’ tandas Muslim.

Usai mendengar laporan tersebut, akhirnya mahasiswa membubarkan diri dengan teratur.

Laporan : Lubis/Imam
Editor : Imam Ghazali
Posting : Andre