PRABUMULIH – Ketua DPRD Kota Prabumulih, H. Deni Victoria, S.H., M.Si., bersama Wakil Ketua I DPRD Prabumulih, Aryono, S.T., didampingi Sekretaris DPRD, Desi Muharni, S.Si., M.Si., menerima audiensi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Prabumulih di Ruang Pimpinan DPRD Kota Prabumulih, Kamis (21/5/2026).
Audiensi tersebut menjadi momentum bagi kedua lembaga untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membahas sejumlah isu strategis terkait penyelenggaraan dan pengawasan Pemilu serta Pilkada. Dalam pertemuan itu, dibahas empat fokus utama, yakni penanganan politik uang atau *money politics*, penguatan regulasi Pemilu dan Pilkada, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pengawas di lapangan, serta perluasan pendidikan politik bagi masyarakat.
Ketua DPRD Kota Prabumulih, H. Deni Victoria, menyambut baik audiensi tersebut dan mengapresiasi upaya Bawaslu dalam memperkuat pengawasan serta konsolidasi demokrasi di daerah. Menurutnya, pengawasan Pemilu harus terus diperkuat melalui langkah pencegahan yang lebih efektif dan inovatif.
“Kami di DPRD sangat mendukung konsolidasi demokrasi ini, namun Bawaslu juga harus memperketat pengawasan di lapangan agar kebiasaan *money politics* bisa dikurangi atau bahkan dihilangkan,” ujar Deni Victoria.
Deni menilai politik uang masih menjadi salah satu tantangan dalam menciptakan proses demokrasi yang berkualitas. Karena itu, pengawasan tidak hanya dilakukan ketika tahapan Pemilu dan Pilkada berlangsung, tetapi juga perlu dibarengi dengan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memilih berdasarkan pertimbangan yang rasional dan bebas dari tekanan maupun imbalan.
Selain persoalan politik uang, Deni juga menekankan pentingnya menjaga netralitas aparatur negara dalam setiap tahapan Pemilu dan Pilkada. Menurutnya, netralitas ASN, TNI, dan Polri merupakan bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik serta mewujudkan proses demokrasi yang adil.
“Jaminan netralitas ASN, TNI, dan Polri harus tetap terjaga dengan kuat demi marwah demokrasi yang bersih di Kota Prabumulih,” tegasnya.
Ia berharap Bawaslu Kota Prabumulih terus melakukan pembenahan internal, meningkatkan kapasitas jajaran pengawas hingga tingkat lapangan, serta memperkuat pola pencegahan terhadap berbagai potensi pelanggaran Pemilu dan Pilkada.
Sementara itu, perluasan pendidikan politik kepada masyarakat dinilai penting untuk membentuk pemilih yang cerdas, kritis, dan mandiri. Dengan pemahaman politik yang baik, masyarakat diharapkan mampu berpartisipasi dalam pesta demokrasi secara bertanggung jawab serta menolak segala bentuk praktik politik uang.
DPRD Kota Prabumulih menyatakan siap membangun sinergi dengan Bawaslu dan seluruh pemangku kepentingan terkait guna mendukung terciptanya penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada yang demokratis, berintegritas, transparan, dan bebas dari praktik politik uang. (*)
