DPRD Minta Pemkot Perhatikan Pendidikan Pesantren Saat Penerapan New Normal

86
Terkait penerapan New Normal yang akan dilaksanakan di seluruh daerah ini membuat Sutami Ismail, Anggota DPRD Kota Palembang yang merupakan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Palembang, meminta pemerintah khususnya di Kota Palembang agar dapat lebih memerhatikan dunia pendidikan secara intensif terlebih lagi terhadap pendidikan di Pondok Pesantren.

Sumateranews.co.id, PALEMBANG – Ancaman wabah virus corona atau yang lebih dikenal dengan Pandemi COVID-19 hingga kini belum dapat dipastikan kapan berakhirnya, menyusul belum ada ditemukannya vaksin yang ampuh mengatasi virus yang pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, China ini.

Di tengah kegamangan menghadapi pandemi Covid-19 ini, Pemerintah membuat terobosan untuk bisa kembali beraktivitas seperti biasa atau tatanan baru yang disebut “New Normal” dalam menjalani aktivitas di tengah wabah ini supaya tetap produktif dan tetap mempedomani protokol kesehatan yang ada.

Terkait penerapan New Normal yang akan dilaksanakan di seluruh daerah ini membuat Sutami Ismail, Anggota DPRD Kota Palembang yang merupakan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Palembang, meminta pemerintah khususnya di Kota Palembang agar dapat lebih memerhatikan dunia pendidikan secara intensif  terlebih lagi terhadap pendidikan di Pondok Pesantren.

Hal itu disampaikan Sutami, mengingat selama ini dinilainya Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terkesan masih sedikit mengabaikan kehidupan dunia pendidikan di lingkungan pondok pesantren selama wabah Pandemi COVID-19 ini berlangsung.

Untuk itu, Anggota DPRD dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Palembang ini mendorong Pemerintah Kota Palembang agar memberikan alokasi anggaran khusus di lingkungan pendidikan pesantren.

“Kita mendesak Pemkot untuk memerhatikan pendidikan pesantren di tengah pandemi covid 19 karena selama ini Pemkot terkesan tidak memerhatikan pendidikan agama khususnya pendidikan di pesantren.

Diantaranya dengan memberikan anggaran untuk pendidikan pondok pesantren mengingat pesantren saat ini jauh dari perhatian pemerintah kota,” tandasnya, kepada sumateranews.co.id, baru-baru ini.

Sutami mengatakan, dalam menjalani New Normal nanti mau tidak mau, semuanya harus berdamai dengan Covid 19, yang artinya tetap melakukan aktivitas dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan yang ada.

“Tentu dalam penerapan New Normal tersebut pesantren membutuhkan perlengkapan protokol kesehatan seperti hand sanitaizer, sabun cuci tangan, masker, pendeteksi suhu badan dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Lebih Lanjut Sutami menambahkan, jika perlu Pemkot Palembang harus menyiapkan ruang isolasi disetiap pesantren.

Lantaran, sambung Sutami, tidak mungkin kebutuhan protokol kesehatan tersebut bisa dipenuhi oleh pihak pesantren, mengingat keterbatasan ekonomi dan dana yang sangat minim.

“Pesantren tidak mungkin meminta uang tambahan bulanan kepada santri mengingat perekonomi saat ini lagi tidak sehat, dan terus terpuruk.

Untuk itu kami anggota DPRD dari partai PKB Kota Palembang meminta kepada  pemerintah kota Palembang untuk peduli terhadap hal tersebut,” pungkasnya.

Laporan : Are III Editor : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here