DPR Minta Pemkab Banyuasin Tinjau Ulang Pembangunan Pusdiklat Agama Budha

0
303
Pembangunan Pusdiklat (Pusdikmus) Agama Budha yang hingga kini masih terus berlangsung minta distop. (foto: wanto)

Sumateranews.co.id, BANYUASIN- Pusdiklat Agama Budha dengan nama Pusdiklat Metria Sriwijaya yang terletak di daerah Talang Buluh Banyuasin yang digadang-gadang sebagai pusat pendidikan Agama Budha terbesar di Asia Tenggara terus mendapatkan sorotan. Bukan masalah pembangunannya, tapi karena di lahan 17 ha tempat pusdiklat tersebut akan dibangun harus merobohkan dua tempat ibadah kaum muslim (baca berita sebelumnya, red).

Karena itu, agar masalah ini tidak terus menimbulkan polemik berkepanjangan, maka Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuasin, DPRD Banyuasin, MUI, Kamenang dan Tokoh pemuda kabupaten Banyuasin, serta pihak pelaksana pembangunan Pusdiklat Metria Sriwijaya yang menyatakan sepakat sebelum adanya kepastian dari Kota Palembang kegiatan pembangunan tersebut distop sementara waktu.

Rapat yang berlangsung Rabu (5/9) tersebut dipimpin Ketua DPR Banyuasin, Irian Stiawan. Disepakati, berdasarkan saran dari salah satu Anggota Dewan Banyuasin yakni Emi Sumitra Fraksi PKB dan disaksikan oleh segenap peserta yang hadir menyepakati penyetopan pembangunan pusdiklat dan meminta agar pihak pemerintah Banyuasin meninjau ulang perizinan pembangunan tersebut.

Rapat terkait pembangunan Pusdiklat yang berlangsung Rabu (5/9) dipimpin Ketua DPR Banyuasin, Irian Stiawan. (foto: wanto)

“Dengan kata sepakat persoalan Pusdiklat kita stop,” tegas Irian Stiawan Ketua DPRD Banyuasin seraya menutup rapat bersama yang diadakan di gedung rapat DPRD Banyuasin, Rabu (5/9).

Sementara itu saat dibincangi wartawan Wakil Ketua DPRD Banyuasin Sukardi SP menegaskan, penyetopan yang dimaksud dalam arti kata Pemerintah Banyuasin harus meninjau ulang soal perizinan dan kejelasan status wilayah Talang Buluh yang secara mutlak masuk ke dalam wilayah Kota Palembang.

“Kita beri limit waktu 14 hari ke depan kepada Pemerintah Daerah untuk menyelesaikan konflik pembangunan Pusdiklat ini. Kalau sampai batas waktu yang kita tentukan belum juga ada tindakan, kami DPRD akan turun kembali ke lokasi pembangunan,” tegasnya.
Masih kata Sukardi dirinya berharap kepada masyarakat Kabupaten Banyuasin, agar selalu menjaga kerukunan antaragama, jangan terpengaruh dengan isu-isu, terutama isu akan diadakanya pembangunan Wihara terbesar di Asia Tenggara atau Pusdiklat Metria Sriwijaya tersebut.

“Kami tidak akan tinggal diam, apalagi ini menyangkut soal isu agama, jadi kami berharap kepada masyarakat khususnya Kabupaten Banyuasin, untuk meninjau ulang pemberian izin tersebut, serta supaya dapat menjaga selalu kerukunan baik antarsesama maupun antaragama,” pungkasnya.

 

Laporan          : Herwanto
Editor/Posting : Imam Ghazali