DPO Upal Diciduk Polisi

0
234

Sumateranews.co.id, LUBUKLINGGAU- Lebih dari dua tahun menjadi DPO (Daftar Pencarian Orang), akhirnya Rahman Azhari Alias Aan (31) warga Gang Cakram RT 02 No. 28 Kelurahan Watervang Kecamatan. Lubuklinggau Timur I, berhasil diciduk Selasa (2/1) pukul 16.30 WIB oleh Tim Buser dan Unit Pidsus  Sat Reskrim Polres Lubuklinggau. Rahman adalah DPO kasus uang palsu,

Kapolres Lubuklinggau AKBP Sunandar melalui Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau AKP Ali Rojikin mengungkapkan kronologisnya. Yakni Senin (16 Februari 2015) sekira pukul 13.00 WIB Tim Buser telah mendapatkan informasi bahwa ada orang yang akan melakukan transaksi dengan menggunakan uang palsu di daerah komplek Toserba. Lalu dilakukan penangkapan terhadap tersangka Mirwanto alias Anto. Dari tersangka, petugas menemukan uang palsu pecahan Rp. 100.000,- jumlahnya sebesar Rp. 3.000.000. Kemudian dilakukan pengembangan dan berhasil ditangkap tersangka Muhammad Pamuji (telah menjalani hukuman) dan berhasil disita uang palsu (upal) pecahan Rp. 100.000 dengan sebesar Rp. 9.300.000,-

Dari keterangan kedua tersangka, mereka mendapatkan uang palsu tersebut berasal dari tersangka Rahman Azhari Alias Aan. Namun saat dilakukan penggerebekan di rumahnya saat itu, tersangka Rahman Azhari Alias Aan tidak ada di rumah (tidak tertangkap). Namun petugas berhasil menyita uang palsu pecahan Rp. 100.000 sebanyak 13 lembar, 1 unit printer merk canon, kertas hvs 1/2 rin, tinta warna, cat semprot clear, dan 1 unit note book.

Lalu, tanggal 2 Januari lalu, Tim Buser dan unit pidsus telah mendapatkan Informasi bahwa DPO an. Rahman Azhari Alias Aan, sedang ada di rumah, selanjutnya dilakukan penangkapan.

‘’Barang bukti yang berhasil disita berupa 1 (satu) buah printer merk Canon warna hitam.

13 (tiga belas) lembar uang pecahan Rp. 100.000 (upal),” pungkas Ali Rojikin, Kamis (4/1/2018).

Laporan           : Donna April

Editor/Posting : Imam Ghazali

 

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article