DPO Kejaksaan Serang Warga di Tempat Karouke Inul Vista

0
141
Korban memperlihatkan batu besar yang digunakan BR untuk menyerang dirinya di tempat karouke. (foto: donna)

Sumateranews.co.id, LUBUKLINGGAU-
Abdul Aziz salah satu warga Linggau yang juga penggiat anti korupsi di Lubuklinggau diduga telah diserang oleh seseorang berinisial BR yang merupakan DPO Kejaksaan Negeri dalam kasus pembangunan Gedung Akademi Komunitas Negeri (AKN) yang menelan dana sebesar Rp 10 milyar lebih tahun 2016 lalu. Penyerangan terhadap Abdul Aziz tersebut terjadi pada Jumat sekitar pukul 11:30 WIB di tempat Karouke Inul Vista dalam room 11 tepatnya di Jalan Yos Sudarso Kelurahan Watervang Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

“Saat itu kami sedang nyanyi-nyanyi. Saya bersama Virsa dan Andi, tahu-tahu, mereka menerobos masuk dengan menyerang dan melempar batu ke arah saya dan mengenai paha dan saya sempat dipukul. Yang menyerang saya merupakan DPO Kejaksaan Negeri Lubuklinggau dengan inisial BR berkaitan dengan masalah AKN,” ujar Abdul Aziz usai kejadian dengan menahan sakit.

Aziz menduga, penyerangan terhadap dirinya terkait kritikan yang sangat keras terhadap masalah AKN tersebut.
“Kemungkinan mereka ini sakit hati kepada saya, karena saya mengkritik keras terhadap penyelewengan Pembangunan Kampus AKN,” tegasnya.

Aziz akan melaporkan masalah tersebut ke Polres Linggau. Dia juga berharap untuk pihak Karouke Inul membuat laporan juga karena adanya kerusakan yang telah dilakukan BR tersebut.

“Saya menyatakan tidak takut dan saya terus akan menyuarakan para kontraktor nakal ini khususnya masalah AKN dan ini konsekuensi perjuangan kita dan kita tidak takut,” tandas Aziz, Jumat (19/1).

Sementara itu, Kasat Reskrim didampingi Kanit Reskrim Polsek Timur Ipda Hartam membenarkan kejadian insiden kekerasan dan ancaman kekerasan terhadap pengunjung (Abdul Aziz) di tempat karouke tersebut.

“Memang benar ada kejadian kekerasan yang dialami salah satu pengunjung Karouke (Inul vista), atas kejadian tersebut akan kita lakukan proses secara hukum,” ujar Hartam.

Laporan : Donna April
Editor/Posting : Imam Ghazali