DPD Golkar Sumsel Hormati Proses Hukum Kadernya di DPRD Kota Palembang

760
Oknum Anggota DPRD Kota Palembang dari Komisi II Fraksi Golkar, Do (baju kaos merah), saat digelandang petugas BNN RI, usai diamankan dari ruko miliknya, Selasa (22/9) pagi tadi.

PALEMBANG – DPD I Golkar Provinsi Sumatera Selatan menyatakan menghormati dan akan mengikuti proses hukum yang dialami salah satu kadernya di DPRD Kota Palembang. Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua Harian DPD Golkar Sumsel, Anita Nuringhati, saat dihubungi media ini, Selasa (22/9).

“Saya selaku ketua harian DPD Golkar Sumatera Selatan sangat prihatin dengan kejadian ini, namun demikian kita tetap menghormati tindakan hukum yang diambil oleh BNN terhadap kejadian yang menimpa dan diduga dilakukan oleh oknum anggota DPRD Kota Palembang tersebut,” sebut Ketua DPRD Provinsi Sumsel ini, saat diwawancarai melalui sambungan telepon seluler.

Anita pun berharap, peristiwa tersebut merupakan yang pertama dan terakhir terjadi terhadap kader Golkar di Provinsi Sumsel.

“Tapi intinya bahwa penegakan hukum harus dihormati dan diikuti, kita juga berharap musibah ini merupakan yang pertama dan sekaligus juga yang terakhir yang menimpa kader Golkar Provinsi Sumatera Selatan,” imbuhnya.

Selanjutnya, ia juga menyebutkan, akan melaporkan kejadian tersebut kepada DPD Provinsi Sumsel agar diteruskan ke DPP Partai Golkar terkait sanksi yang bakal diberikan kepada Oknum Anggota DPRD Kota Palembang dari Komisi II berinisial Do.

“Saya selaku pribadi, sudah sangat jelas tidak akan mentolerir kejadian ini apalagi ini menyangkut nama baik lembaga politik,” tandas Anita Nuringhati, diujung sambungan teleponnya.

Seperti diketahui, Oknum Anggota Komisi II DPRD Kota Palembang berinisial Do, ditangkap petugas gabungan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) bersama Ditnarkoba Polda Sumsel dan BNNP Sumsel bersama 5 orang kurirnya, di ruko (TKP) miliknya di Jalan Riau, Kelurahan Puncak Sekuning, Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang, pada Selasa (22/9) pagi, sekitar pukul 08.00 WIB.

Dari lokasi penggrebekan, petugas juga turut mengamankan barang bukti berupa narkoba jenis sabu seberat 5 kilogram yang terbungkus dalam 11 kantong kecil, dan ribuan pil ekstasi. Dari hasil pengintaian petugas selama hampir 1 tahun, pelaku menjadi bandar narkoba dan menjadi bagian jaringan narkoba asal Aceh semenjak dirinya belum menjabat Anggota DPRD Kota Palembang.

Laporan : Sidi III Editor : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here