Dosen Darmajaya Jadi Delegasi Relawan TIK Indonesia, Terima Penghargaan Internasional

0
177

Sumateranews.co.id, LAMPUNG- Dosen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Muhammad Said Hasibuan, MKom sekaligus Sekretaris Jenderal Relawan TIK Indonesia menjadi salah satu delegasi Pengurus Pusat Relawan TIK Indonesia yang menghadiri the World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2018, pada di Kota Jenewa, Swiss, 19-23 Maret 2018.

Bersama delegasi lain yakni Ketua Relawan TIK Indonesia, Fajar Eri Dianto, Penanggung Jawab, Regos Hani Purwanti dan Penanggung Jawab Puspindes, Erni Sulistiyowati. Selain itu dihadiri juga pembina Relawan TIK Pemalang, Bupati Kabupaten Pemalang, H. Junaedi, SH., MH.

Indonesia patut bangga, pasalnya 12 inisiatif di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dari Indonesia berhasil masuk nominasi (Champion atau 2nd Best). Dari 12 inisiatif Indonesia yang mendapat posisi Champion  tersebut, 2 di antaranya merupakan program Relawan TIK Indonesia yakni Relawan TIK Goes To School, dan Pusat Layanan Informasi Pedesaan dengan PIC dari Relawan TIK Kabupaten Pemalang.

Bahkan, Indonesia meraih 1 posisi Winner (juara pertama) di WSIS Forum 2018 yakni Program Kemkominfo bernama Indonesiabaik.id. Keberangkatan Delegesi Inisiatif Indonesia dilepas Menteri Kemkominfo, Rudiantara, S.Stat. MBA sebagai bentukan dukungan kementrian Kominfo Republik Indonesia atas berbagai inisiatif masyarakat TIK Indonesia.

WSIS Prizes adalah kompetisi global yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan dilakukan rutin tahunan melalui organnya International Telecommunication Union (ITU), sejak 2012.  Kompetisi ini mengundang seluruh pemangku kepentingan bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dari berbagai belahan dunia untuk menyampaikan inisiatif karya yang terbagi atas 18 kategori yang ada.

Penentuan Champion tersebut melalui penyaringan yang ketat sejak dari fase nominase awal oleh kelompok pakar PBB, dilanjutkan dengan fase voting oleh publik, kemudian penyaringan kembali oleh para pakar tersebut. Dari setiap 18 kategori yang ada dalam WSIS Prizes 2018, masing-masing dipilih 5 inisiatif karya sebagai Champion. Kemudian dari 5 Champion tersebut ditentukan inisiatif karya yang berhak memperoleh posisi Winner. “Mudah-mudah penghargaan Champion yang diraih Relawan TIK Indonesia di ajang international ini mampu membawa nama baik Indonesia sekaligus membuktikan Indonesia sebagai warga dunia yang memanfaatkan kemajuan TIK untuk pemberdayaan masyarakat,” harap Muhammad Said Hasibuan, Mkom.

Laporan          : Dedy

Editor/Posting : Imam Ghazali