Door to Door Sosialisasi Ajaran Saksi Saksi Yehuwa, 4 IRT Diamankan

0
823

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Dinilai melakukan kegiatan tanpa izin, sebanyak 4 orang warga, Rabu siang (26/07), diamankan anggota Babhinkamtibmas Polres Prabumulih. Keempat warga yang terdiri dari ibu rumah tangga tersebut saat diamankan tengah melakukan kegiatan penyebaran brosur dan buku yang berisi ajaran Saksi Saksi Yehuwa (SSY) secara door to door ke rumah-rumah warga di sekitar lingkungan Kelurahan Gunung Ibul Barat Kecamatan Prabumulih Timur. Saksi-Saksi Yehuwa sendiri merupakan aliran kepercayaan yang memiliki kantor pusat di Brookklyn New York Amerika Serikat.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) kota Prabumulih, Ali Aman SAg mengatakan diamankannya ke 4 anggota SSY tersebut berawal saat pihaknya menerima laporan dari salah seorang warga di Kelurahan Gunung Ibul Barat Kecamatan Prabumulih Timur, tepatnya di sekitar kawasan RS AR bunda Prabumulih.

“Saya mendapat telepon dari warga. Katanya ada orang non Muslim yang sedang menyebar brosur ajaran agama lain di tengah pemukiman warga yang mayoritas beragama Muslim. Kemudian, saya tanya lagi, kamu ada bukti tidak. Dan katanya ada. Langsung saja saya melaporkan kejadian itu ke anggota Babhinkamtibmas,” ujarnya.

Ali menyebutkan usai mendapat laporan itu, dirinya langsung meluncur ke lokasi kejadian. Setibanya di TKP, ia sudah melihat keempat wanita yang menyebarkan brosur tersebut sudah dimintai keterangan oleh polisi. “Mereka lalu dibawa kesini (Mapolres Prabumulih,red),” katanya.

Dia menjelaskan, tindakan keempat orang tersebut selain belum mengantongi izin juga dinilai telah mengusik kerukunan umat beragama di Prabumulih. Menurutnya, Negara telah mengatur tentang proses penyebaran agama. “Kan aturannya ada, tidak boleh dengan sengaja menyebarkan paham keagamaan kepada orang yang telah memiliki agama. Ada ancaman pidananya,” tegasnya.

Masih dikatakan Ali, dirinya meminta kepada masyarakat, khususnya umat Muslim agar berhati-hati dan waspada terhadap upaya pelemahan akidah dari pihak-pihak tertentu. “Kami harap warga bisa waspada dan segera memberikan laporan apabila ada oknum tertentu yang melakukan penyebaran kepercayaan di pemukiman tempat tinggalnya,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kota Prabumulih, Usman Jakfar menjelaskan dari pengakuan keempat anggota Saksi Yehuwa itu aliran yang mereka anut mirip seperti agama Yahudi, namun untuk kepastiannya pihaknya akan berkoordinasi dengan anggota FKUB lainnya. “Untuk gereja Protestan sendiri ada 11 Gereja. Dan tidak ada satupun gereja Saksi Yehowa,” tuturnya.

Menurut Usman Jakfar, Saksi Yehuwa tidak termasuk agama. Namun lebih kepada aliran agama. “Setelah dikoordinasikan dengan Agama Protestan, mereka juga tidak mengakui Saksi Yehuwa merupakan bagian dari aliran agama,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti SE MM mengatakan pihaknya telah melakukan mediasi antara FKUB, MUI dan keempat anggota Saksi Yehuwa. Usai berkoordinasi dan dimintai keterangan, selanjutnya keempat warga tersebut dibebaskan karena tidak ada indikasi pidana dalam kegiatannya. “Mereka tadi menyampaikan jika hanya melakukan sosialisasi tentang ajaran mereka. Untuk sementara mereka kami bebaskan dengan catatan menghentikan dulu kegiatan mereka,” imbuhnya.

Kapolres menjelaskan, dari keterangan Ketua FKUB dan Ketua MUI diketahui kegiatan para anggota saksi Yehuwa tersebut belum memiliki izin. Baik di tingkatan RT hingga kepolisian. “Mereka juga tidak melapor ke FKUB untuk kegiatan keagamaannya. Makanya, kami minta mereka untuk menyelesaikan terlebih dahulu perizinan dan persyaratan yang telah ditentukan,” terangnya

Saat ditanya mengenai identitas keempat warga tersebut, Andes enggan memberikan jawabannya. Namun dirinya hanya menyebutkan, jika anggota aliran Saksi Saksi Yehuwa di Prabumulih sudah berjumlah sekitar 30 orang anggota.

Laporan : Donny

Posting : Andre