Dongkrak Ekonomi Petani, Bupati Muba Bersama Menteri PUPR Resmikan Pabrik Aspal Karet

95

MUBAAnjloknya harga karet dipasaran membuat masyarakat khususnya petani mengalami kesulitan ekonomi, ditambah lagi kondisi saat ini semua sektor ikut terpuruk imbas dari wabah Covid-19.

Menjawab semua itu, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Provinsi Sumatera Selatan mengeluarkan terobosan dengan memproduksi aspal berbahan karet yang sebelumya sudah berhasil dilakukan uji coba.

Masyarakat pun berharap besar dengan telah diresmikannya pabrik Aspal Karet oleh Bupati Muba H. Dodi Reza Alex Noerdin didampingi Wakil Bupati Muba Beni Hernedi yang turut dihadiri Gubernur Sumsel H. Herman Deru dan disaksikan Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono, Kadis PU PR Muba H. Herman Mayori juga seluruh OPD yang terletak di Kecamatan Keluang Muba bisa mendongkrak pendapatan petani.

“Pabrik aspal berbahan karet ini diproyeksi mampu menyerap 20 ribu ton lebih lateks pekat perbulannya dari petani. Upaya ini untuk menstabilkan perekonomian masyarakat dari sektor perkebunan karet sebagai bentuk kontribusi nyata dalam upaya memulihkan ekonomi nasional dimasa Pandemi ini,” jelas Dodi Reza Alex, Senin (26/10/2020).

Dijelaskan Dodi Reza Alex Noerdin, realisasi pembangunan pabrik aspal karet tersebut penuh perjuangan yang tinggi dengan melibatkan seluruh pihak, khususnya Perangkat Daerah Pemkab Muba yang semata-mata demi meningkatkan kesejahteraan petani karet yang sejak 2 tahun belakangan ini makin terpuruk. Perlu kita ketahui, Kabupaten Muba merupakan salah satu Kabupaten penghasil karet terbesar di Sumatera Selatan. Pada  tahun 2019, luas perkebunan karet mencapai 337  ribu hektar dengan produksi karet kering 152 ribu ton, komposisi kepemilikan perkebunan karet di Muba didominasi perkebunan rakyat sebesar 90%.

Dikatakannya, dirinya sudah menyiapkan perangkat. Mulai pemenuhan mesin sentrifuge, pelatihan bagi petani yang tergabung di UPPB, dan pasar lateks pekat. Bahkan sebuah produk hukum yang mendasari perluasan pemakaian aspal karet bagi pembangunan jalan di antero Sumatera Selatan yakni berupa Surat Edaran Menteri Dalam Negeri sudah ada. Sedangkan di tingkat daerah, Muba juga sedang menyiapkan regulasinya.

“Kabupaten Musi Banyuasin akan membangun kawasan industri hijau dengan fokus pada hilirisasi kelapa sawit dan karet, power plant berbahan bakar energi terbarukan, procesing gas alam, pembentukan pusat unggulan komoditi lestari dengan fokus pada karet dan kelapa sawit. pusat unggulan  tersebut diharapkan akan mendorong peningkatan produksi, pengolahan, dan pemasaran dari komoditas dengan bertumpuh pada penerapan platform good agricultural practices (gap) dan verified sourcing area (vsa),” kata DRA.

Sementara itu, Menteri PUPR  mengatakan, pabrik aspal karet Muba ini kontribusi nyata dalam upaya andil memulihkan perekonomian nasional, ini juga sejalan dengan misi Presiden RI Joko Widodo mendukung percepatan serta peningkatan kualitas pembangunan strategis nasional.

Dan Pemkab Muba sangat konsisten dalam upaya percepatan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, hal ini terbukti sejak 2018 lalu dimana Kabupaten Muba menjadi daerah pertama yang telah merealisasikan pembangunan jalan aspal di Desa Mulyorejo, B4 Kecamatan Sungai Lilin, di desa ini jalan sepanjang 465 meter telah rampung dibangun jalan aspal karet dan mampu menyerap karet rakyat sejumlah 8,49 ton.

“Atas inisiasi dan inovasi tersebut Pemkab Muba mendapat reward dari Kementerian PUPR dan mendapatkan dana insentif sebesar Rp20 Miliar yang kemudian oleh Bupati Muba Dodi Reza insentif tersebut dialokasikan kembali untuk pembangunan jalan aspal karet di sejumlah ruas jalan Kabupaten Muba. Ini sangat luar biasa, dan Kementerian PUPR sangat mengapresasi hal tersebut,” tegasnya.

Disela acara, Gubernur Sumsel H. Herman Deru turut memberikan mengapresiasi apa yang telah direalisasikan Pemkab Muba dalam  upaya percepatan pembangunan infrastruktur dan program inovasi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani karet. Inovasi ini butuh edukasi kepada para petani. Dengan pola latek cair dan teknologi di berikan bimbingan, seperti di Kecamatan Keluang sudah diberikan peralatan oleh Pemkab Muba yaitu centrifuge untuk menghasilkan Lateks pekat.

“Pabrik aspal karet di Muba ini dibangun sudah sangat besar dan baik, mari kita bersama-sama memanfaatkannya demi meningkatkan perekonomian dan kualitas pembangunan infrastruktur. Dan mudah-mudahan dengan adanya launching ini, Kabupaten Muba bisa mensuplai kabupaten-kabupaten kota lain yang AMPnya berkebutuhan terhadap aspal bercampur karet,”pungkasnya.

Laporan : Hasbullah Anwar III Editor : Syarif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here