Dolar Melambung, Harga Karet Ikut Naik

0
1999

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH- Semenjak berapa Minggu terakhir petani karet yang ada di Kota Prabumulih, bisa senyum semringah. Sebab harga karet jadi ikut naik juga.

Akibatnya, para petani karet berpacu dengan waktu untuk mengumpulkan hasil getahnya.
“Kalau sekarang ini musin kemarau, dan karet sedikit menghasilkan getahnya, jadi kami dari Subuh sudah berada di kebun untuk menyadap hasilnya. Kalau tidak dari Subuh takut getahnya kering,” aku Bobi salah satu petani karet yang sempat dibincangi, Minggu (16/9/2018).

Saat ini, untuk harga karet sendiri mulai naik dari biasanya. Apalagi sejak melambungnya harga dolar dan melemahnya nilai tukar rupiah. Biasanya per kg karet hanya Rp 9 ribuan kini menjadi Rp 11 ribuan. ‘’Tapi sayang hasil getah sedikit karena kemarau,’’ cetus Bobi.

Kalau saja harga dari awal sudah 11 ribuan/kg maka pasti petani karet senang. ‘’Tapi ya alhamdulillah, disyukuri saja Pak, yang pasti kita masih bisa bertahan hidup,’’ jelas pria yang mempunyai dua anak laki laki ini.

Terpisah, Hendri Edit, salah satu pendiri Koperasi Unit Desa (KUD) Maju Serasan, Jalan Simpang Tiga Gunung Komala, Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat saat dikonfirmasi via Hp mengatakan, bahwa ada perubahan di harga karet semenjak dolar naik, dan ini sangat dimanfaatkan sekali oleh petani.

“Biasanya kita hanya sanggup membayar per kg Rp 10 ribuan, tapi sejak melemahnya nilai tukar rupiah, kita sanggup bayar ke petani karet Rp 11 ribuan. Tentunya disesuaikan dengan hasil getahnya,’’ ujarnya.

Sementara menurut pengurus koperasi yang lain yakni Adi alias Kecek, harga karet di koperasi daerah Prabumulih itu terbilang paling tinggi dibandingkan dengan koperasi lain. ‘’Saat musim kemarau seperti ini, dalam sebulan kita masih bisa membeli karet sebanyak 3000 ton, kalau bukan kemarau biasanya mencapai 7000- 8000 ton perbulan,’’ tegasnya.

Laporan          : AD
Editor/Posting : Imam Ghazali