PURBALINGGA – Diusia tak lagi muda, namun semangatnya tak pernah surut. Ditengah terik matahari dan aktivitas pembangunan yang padat, seorang kakek berusia 80 tahun tampak tetap berbaur bersama warga dan anggota TNI, mengangkat material serta membantu pekerjaan fisik dalam program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga yang menyasar Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara.
Sosok sepuh itu tak sekedar hadir sebagai penonton. Dengan langkah yang mungkin tak lagi secepat dulu, Ia tetap berusaha memberi kontribusi nyata dalam gotong royong pembangunan desa. Baginya, kemajuan desa adalah tanggung jawab bersama, tanpa mengenal batas usia.
“Selagi masih kuat, saya ingin ikut membantu. Ini untuk desa kami juga,” ujarnya sederhana, sembari mengusap keringat yang membasahi wajahnya, Selasa (28/4/2026).
Kehadirannya di lokasi TMMD menjadi pemandangan yang menginspirasi. Disaat sebagian orang seusianya memilih beristirahat di rumah, Ia justru memilih berada di tengah-tengah kegiatan pembangunan, bekerja berdampingan dengan generasi muda.
Semangat yang ditunjukkan kakek tersebut seolah menjadi energi tambahan bagi warga lainnya. Gotong royong yang terjalin pun terasa semakin hidup, memperlihatkan bahwa nilai kebersamaan dan kepedulian masih sangat kuat di tengah masyarakat.
Serda Triono Yulianto salah satu anggota Satgas TMMD mengungkapkan rasa kagumnya terhadap kegigihan sang kakek. Menurutnya, kehadiran sosok lansia yang tetap aktif itu menjadi motivasi tersendiri bagi semua yang terlibat.
“Mbah Januri ini sosok yang luar biasa. Diusia yang tidak lagi muda, masih mau turun langsung membantu. Ini menjadi contoh bagi kami semua untuk terus semangat,” katanya.
Program TMMD sendiri tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, akan tetapi memperkuat kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Apa yang ditunjukkan oleh kakek tersebut menjadi bukti nyata, bahwa semangat gotong royong mampu melampaui usia, sekaligus mempererat ikatan sosial di desa.
Di balik setiap batu yang tersusun dan jalan yang dibangun, terselip kisah ketulusan dan pengabdian. Dan dari sosok kakek tangguh itu, tersirat pesan sederhana: selama masih mampu, berbuatlah untuk kebaikan bersama. (Mukhid Pen Purbalingga)
