Ditetapkan Tersangka Korupsi ADD, Oknum Kades Muara Payang Langsung Ditahan Kejari OKU Selatan

0
295
Ditetapkan Tersangka Korupsi ADD, Oknum Kades Muara Payang Langsung Ditahan Kejari OKU Selatan
Oknum Kepala Desa (Kades) Muara Payang, Kisam Tinggi, Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan (Sumsel) resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Anggaran Dana Desa (ADD). Penetapan tersangka ini disampaikan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Kusri SH didampingi Kasi Intel, Kasi Pidum, Kasi Pidsus dan jajaran Kejari OKU Selatan pada press release di kantor kejaksaan setempat, Senin (13-09-2021).

OKU SELATAN – Oknum Kepala Desa (Kades) Muara Payang, Kecamatan Kisam Tinggi, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan (Sumsel) resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Anggaran Dana Desa (ADD).

Penetapan tersangka ini disampaikan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Kusri SH didampingi Kasi Intel, Kasi Pidum, Kasi Pidsus dan jajaran Kejari OKU Selatan pada press release di kantor kejaksaan setempat, Senin (13-09-2021).

Dikatakan Kusri, oknum Kepala Desa Muara Payang berinisial YA ditahan oleh Tim Penyidik Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari OKU Selatan, pada hari ini, Senin siang, 13 September sekira pukul 13.00 WIB.

“YA ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan dana desa Muara Payang tahun anggaran 2017 hingga 2019 sebesar Rp.1.702.374.581 (Satu milyar tujuh ratus dua juta tiga ratus tujuh puluh empat ribu lima ratus delapan puluh satu ribu rupiah),” jelas Kajari.

Dikatakan Kajari, adapun nilai kerugian atas dugaan penyelewengan dana desa yang dilakukan oleh YA sebesar Rp 699.307.536,74 (Enam Ratus Sembilan Puluh Sembilan Juta Tiga Ratus Tujuh Ribu Lima Ratus Tiga Puluh Enam Rupiah Tujuh Puluh Empat Sen).

Nilai kerugian sebesar itu, kata dia, karena tersangka melakukan penyalahgunaan dana desa selama 3  tahun anggaran dimulai dari tahun 2017, 2018 dan 2019.

“Selain itu dalam pelaksanaan pengelolaan anggaran dana desa itu, tersangka YA ini, tidak melibatkan perangkat desa atau PTPKD/PPKD,” pungkas Kajari. (SMSI OKUS)

Editor : Donni