Diterjang Angin, Plafon dan Pagar Pelindung Gedung PTM II Roboh dan Berserakan

0
172
Teks foto: Tampak pagar pelindung sementara gedung PTM 2 yang roboh, Minggu (31/12) sore, sekitar pukul 18.30 WIB. (foto: donni)

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Fasilitas gedung Pasar Tradisional Modern (PTM) II kembali diobok-obok. Setelah sebelumnya ratusan rolling door dan puluhan plat penutup siring (drainase, red) raib diembat kawanan maling. Kini bangunan yang telah menghabiskan dana APBD puluhan miliar tersebut, didera masalah lagi.

Bahkan peristiwa yang terjadi tepat pada malam menjelang pergantian tahun 2018 ini membuat hampir seluruh bangunan pagar pelindung sementara yang dipasang pada bagian depan gedung PTM II rusak dan roboh setelah diterjang angin kencang disertai geledek dan hujan yang turun cukup deras.

Beruntung dalam insiden yang terjadi saat waktu salat Mahrib atau Minggu (31/12) sore‎, sekitar pukul 18.30 WIB ini tidak sampai memakan korban, dan hanya menyebabkan kerugian material berupa seng dan kayu.

“Sore tadi sekitar jam 7 an lah pak kejadiannya. Diterjang angin kencang disertai ujan deras, banyak pagar yang roboh, juga plafonnya,” jelas Yanto (54) salah seorang penjaga keamanan‎ PTM II, saat dibincangi, Minggu (31/12) malam.

Kejadian serupa disebutkannya, juga pernah terjadi, pada saat pembangunan gedung PTM I. ‎”Dulu saat pembangunan gedung pasar satunya (PTM I) juga pernah kejadian seperti ini. Makanya dari kemarin saya sudah sampaikan kepada Kepala Pasar, supaya dilepas semua pagar2 ini,” imbuhnya.

Masih dikatakan Yanto, robohnya pagar pelindung sementara gedung PTM II ini sudah ia laporkan kepada Kepala Pasar. “Sudah dilaporkan, belum tahu berapa kerugiannya,” tandasnya.

Selain pagar, terjangan angin kencang disertai hujan deras juga membuat sebagian plafon bawah jembatan penghubung PTM I dan II jebol dan serpihannya berserakan di badan Jalan Jenderal Sudirman Prabumulih.

“Derasnya angin tadi juga membuat atap plafon di bawah jembatan itu (jembatan penghubung PTM I dan II) ambrol dan jatuh. Bahkan serpihan pecahan atapnya ada sampai 200 meter terseret terbawa angin,” ujar Yanto.

Menurut Yanto, beruntung saat kejadian tidak ada kendaraan terutama pengendara sepeda motor yang melintas sehingga tidak ada korban.

“Untung tidak ada yang lewat, biasanya ramai ojek lewat dan parkir cari penumpang di sini,” cetus Yanto.

Laporan          : AD

Editor/Posting : Imam Ghazali

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article