Ditemukan Alat Sabu di Kamar Bougenvil Lapas II A Linggau

0
238

Sumateranews.co.id, LUBUKLINGGAU- Lapas Kelas II A Lubuklinggau mengamankan peralatan narkoba diduga untuk nyabu. Yakni berupa sedotan dan botol kecil. Hal itu hasil dari pemeriksaan serta penggeledahan di salah satu kamar warga binaan yang berada di Blok Bougenvile Lapas Kelas II A Lubuklinggau. Selain itu, petugas juga mengamankan tujuh orang guna dimintai keterangan jika diperlukan. Ketujuh orang itu diamankan dari dua kamar terpisah, masing-masing empat orang dan tiga orang. Mereka di antaranya tahanan kasus pencurian dan penggelapan.

“Berdasarkan informasi dari warga binaan yang lain, disinyalir Blok Bougenvil kamar lima menyalahgunakan obat-obatan terlarang,” kata Kepala Lapas Kelas II A Lubuklinggau, Rochkidam, Jumat (14/7).

Mendapatkan informasi tersebut, anggota rutan melakukan pemeriksaan dan penggeledahan. “Ternyata bukan ke tangkap tangan menyabu, tapi disitu kita temukan alat-alat untuk sabu berupa sedotan sama botol kecil,” jelasnya.

Kemudian pihaknya melakukan pengembangan. “Setelah saya baca kronologis sampai tadi malam kurang lebih pukul 21.15 WIB dan kami pun nginep disini, tidur disini, subuh baru pulang, akhirnya kronologis itu saya disposisikan kasimentantib untuk segera ditindaklanjuti, ditelusuri dan diungkap sampai ke akar-akarnya,” tegas dia.

Rochkidam menjelaskan dirinya komit bahwa Lapas yang dipimpinnya harus getting to zero Halinar (anti HP, pungli, dan narkoba.

“Dalam apel tadi pagi, saya sampaikan saya menantang keras bagi siapapun sudara-saudara, baik pejabat struktural maupun staf yang memang berseberangan dengan saya karena tidak menaati aturan tata tertib yang berlaku, apalagi melanggar undang-undang,” bebernya.

Selain itu, dirinya juga paling keras untuk memberantas narkoba. “Untuk itu saya tidak segan-segan. Apabila nanti hasil pemeriksaan BAP ditemukan barang bukti berupa sabu-sabu, tidak ada kewenangan saya untuk menahan informasi ini dan harus saya laporkan kepada pimpinan sekaligus laporkan kepada kepolisian,” ungkapnya.

Sementara itu ditanya mengenai sanksi terhadap ketujuh warga binaan jika terbukti menyalahgunakan narkoba, pihaknya akan memberikan sanksi administratif.

“Tapi ketika yang didapat cuman barang bukti, alatnya saja, ternyata sudah habis pakai, entah beberapa hari yang lalu, kita cukup sanksi adminisitratif yang kita lakukan sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.

Sedangkan untuk hasil tes urine terhadap ketujuhnya diduga pengguna Narkoba, Kalapas mengaku belum tahu sudah sejauh mana prosesnya.

“Untuk tes urine saya belum coba. Nanti disposisi berita acara itu akan kita lakukan tes urine atau barangkali staf saya sudah melakukan tes urine tadi pagi atau kemarin. Saya belum melihat sampai sejauh mana,” timpalnya.

Sementara itu pasca adanya temuan peralatan narkoba diduga untuk nyabu di Lapas, pengawasan di oleh petugas lapas lebih diperketat. Termasuk pengawasan terhadap pengunjung. Bahkan pemeriksaan dan pengecekan kedalam Lapas oleh pihaknya sudah dua kali dilakukan di antaranya mengamankan paku dan korek api. “Jadi terkait dengan alat yang diduga untuk nyabu itu, bisa jadi habis nyabu, mau nyabu, bisa jadi barang lama. Saya duga kemungkinan besar kalau itu narkoba, kmungkinan besar masuk dari pembesuk. Jadi pengawasan lebih ketat,” pungkasnya.

Laporan : Donna April

Editor : Imam Ghazali

Posting : Andre