Ditabrak KA Usai Mengisi Bensin Motor, Mawardi Kritis

0
355
Korban tabrak KA yang belum diketahui jenis KA nya, Mawardi alias gulu, saat mendapat perawatan intensif oleh Tim medis UGD RS AR Bunda Prabumulih, Senin (27/11) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Warga Jalan Kemuning tepatnya di Gang Sungai Rotan RT 01 RW 04 Kelurahan Cambai Kecamatan Cambai kota Prabumulih, Senin (27/11) malam sekitar pukul 20.15 WIB tadi dihebohkan dengan tertabraknya sebuah sepeda motor yang dikendarai oleh Mawardi alias Gulu (29) bersama keponakannya, Febri alias Feb (16) keduanya warga setempat, saat melintas di perlintasan liar rel KA tidak jauh dari rumah korban.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kritis setelah menderita luka robek besar pada bagian betis kaki sebelah kiri, serta wajah dan sekujur tubuhnya menderita luka memar sehingga harus mendapatkan perawatan intensif dari tim UGD RS AR Bunda Prabumulih. Sementara keponakan korban, Feb yang saat kejadian posisi dibonceng hanya menderita luka lecet dikit pada tangan dan kakinya, sehingga diperbolehkan pulang.

Informasi berhasil dihimpun, peristiwa kecelakaan lalu lintas kereta api yang terjadi di perlintasan liar rel KA Jalan Kemuning Gang Sungai Rotan, yang berada tidak jauh dari rumah korban, bermula ketika korban melaju mengendarai sepeda motornya jenis Suzuki Thunder bersama keponakannya, hendak pulang menuju rumahnya usai mengisi bensin (premium, red) motornya di SPBU Cambai, Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Cambai.

Namun naas bagi korban, diduga tidak memerhatikan laju lalu lintas KA yang melintas melaju dari Kertapati menuju Prabumulih sehingga tabrakan pun tak terhindarkan. Sepeda motor thunder yang belum diketahui Nopol yang ia kemudikan terpental dan mengalami rusak ringsek berat setelah ditabrak KA penumpang milik PJKA.

Hingga berita ini dibuat, bapak tiga anak ini masih menjalani perawatan intensif dari tim medis RS AR Bunda Prabumulih. “Nama lengkapnya Mawardi tapi biasa dipanggil Gulu. Saat kejadian, ia bersama keponakannya baru pulang dari mengisi minyak di SPBU Cambai. Sehari-harinya Gulu bekerja sebagai penjaga kebun sawit milik Bapak Hanan (mantan Wakil Bupati Muara Enim, dan pernah mencalonkan diri sebagai calon Walikota Prabumulih, sekitar 4 tahun lalu),” ungkap Usoli, Ketua RT 02 RW 04, yang juga masih kerabat keluarga korban.

Sementara Firman (62), bapak korban mengaku saat kejadian dirinya berada dirumah bersama keluarganya yang lain. Dirinya menyebut mengetahui anaknya ditabrak KA, dari cucunya Febri yang saat kejadian posisi dibonceng dan hanya mengalami luka lecet sedikit.

“Aku dirumah saat kejadian itu, tahunya dari cucu yang dibonceng bermotor untuk mengisi minyak, bahwa Gulu ditumbur sepur (KA),” ujar Firman, ketika dibincangi di UGD RS AR Bunda.

Sementara itu, pihak PT KAI Divre III Palembang melalui Kepala Kantor Pelayanan Warta (KKPW) Prabumulih, Richard Saputra, ketika dihubungi lewat via WhatsApp, Senin malam, menyebutkan pihaknya masih melakukan koordinasi dan mengecek lokasi TKP. “Polsus (Polisi khusus) lagi koordinasi, sekalian cek TKP. Paling lambat besok (rilis kronologis kejadian dan data korban serta masinis KA,” jawab pria yang akrab disapa Richard ini, singkat.

Laporan : Donny