Dirut RSUD Padangsidimpuan Dinilai Layak Tanggalkan Jabatannya

955

Sumateranews.co.id, SUMUT- Sepertinya kepemimpinan Dirut Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Padangsidimpuan, drg. Nurlaila Hayati Lubis, mulai diragukan oleh sejumlah elemen masyarakat dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya selaku pengelola dan pemimpin dalam mengembangkan, memperbaiki kebijakan serta memastikan bahwa lingkungan kerja kondusif bagi para, pasien yang dirawat, profesional kesehatan, khususnya para dokter, dalam melakukan tugas-tugas profesinya, serta mampu berintegrasi dengan stakeholder lainnya.

Rumah sakit menjadi sangat penting bagi masyarakat di suatu wilayah terutama daerah padat penduduk. Di fasilitas ke­sehatan ter­sebutlah masyarakat berharap dapat sembuh dan kembali pulih atas masalah kesehatan yang dialaminya.

Rumah Sakit Kota Padangsidimpuan tergolong cukup memadai dalam segi jumlah fasilitas kesehatan. Namun dalam segi pelayanan, sudah sering dikeluhkan masyarakat.

Dalam seminggu ini, paling  tidak ada tiga orang pihak keluarga pasien yang ditemui wartawan  mengeluhkan ketersediaan air di rumah sakit kebanggaan Kota Padangsidimpuan tersebut.

Salah satunya, Solih (15) salah seorang warga pasien, di saat ibunya terbaring sakit di salah satu ruangan di Rumah Sakit Umum Kota Padangsidimpuan, tak hanya menemani ibunya, ia pun mengurus keperluan ibunya. Seperti mengangkat air, untuk mengisi bak kamar mandi di ruangan ibunya dirawat.

Senada juga keluhan datang dari Azmin dimana penuturannya kepada wartawan mengatakan saat pertama anaknya masuk ke ruangan paru, dia kesulitan air di ruangan  toilet untuk keperluannya anaknya maupun keluarganya yang berjaga.

“Saya tidak sabaran menunggu kapan ada air di kamar mandi sehingga terpaksa bawa jeriken berisi air  dari rumah,” kata Azmin.

Demikian halnya dengannya Khalid, kepada wartawan juga sama percis mengatakan keluhannya atas ketersediaan air di bak ruangan toilet untuk kebutuhan ibunya yang dirawat di lantai II.

Begitu juga dengan Lily Lbs yang mengatakan, Rumah Sakit Umum Padangsidimpuan  dengan bangunan mewah yang mewah tampak dari luar, tapi di dalamnya bobrok. Kamar mandi yang masih baru gak berfungsi. Bau dari limbah rumah sakit yang sering meresahkan masyarakat, dokter yang jarang ada di tempat menyebabkan pasien beruntun meninggal dunia karena tidak adanya penanganan cepat saat sekarat serta pihah RSUD Padangsidimpuan diduga tidak konsisten dalam penyediaan obat dan bius.

Ironisnya, baru-baru ini yaitu pada  Rabu (26/6) sekira pukul 14.00 WIB,  Satres Narkoba Polres Padangsidimpuan menggerebek salah satu ruangan kamar mayat yang ditengarai sering dijadikan sebagai tempat transaksi dan penyalahgunaan narkotika.

Dimana petugas berhasil mengamankan tiga orang tersangka di ruangan itu, diduga sedang asyik menikmati Shabu. Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti. Ironisnya dua orang tersangka yang diamankan itu adalah oknum petugas RSUD Kota Padangsidimpuan.

Ketua LSM  Pemerhati Khusus Aparatur dan Rakyat (Perkara) Khairul Anwar, sangat menyayangkan atas perbuatan oknum petugas RSUD Kota Padangsidimpuan itu.

Ia berpendapat, seharusnya rumah sakit sebagai salah satu tempat yang paling steril dari penyalahgunaan narkotika dimuka bumi ini. Ia juga menilai dari kejadian tersebut, karena minimnya pengawasan pimpinan rumah sakit. Untuk itu ia mengatakan, sudah selayaknya kinerja dari Direktur RSUD Kota Padangsidimpuan, dievaluasi oleh Wali Kota Padangsidimpuan.

“Sangat disayangkan sekali oknum petugas rumah sakit terlibat dalam penyalahgunaan narkotika, apalagi lokasi yang digunakan di dalam lingkungan rumah sakit. Hal ini membuktikan ketidak mampuan Direktur RSUD Kota Padangsidimpuan dalam menjalankan tupoksinya,” kata Khairul P.

Ia berharap dari kejadian tersebut tak terulang lagi di masa akan datang. Kalau terulang lagi dikatakan Khairul, implementasi visi-misi dari Walikota dan Wakil Walikota Padangsidimpuan  lima tahun ke depan dimana visinya yaitu Padangsidimpuan ‘Bersinar’ (Berkarakter, Bersih, Aman, dan Sejahtera) tidak akan terwujud di RSUD Kota Padangsidimpuan.

Dalam hal ini, ia menilai Direktur RSUD Kota Padangsidimpuan sebagai pimpinan sudah dianggap tidak mampu lagi dalam mengemban tugasnya untuk mewujudkan visi-misi Walikota ‘Kota Padangsidimpuan yang ‘Bersinar’ ke depan.

“Kami harapkan kepada Bapak Walikota Padangsidimpuan (Irsan Efendi Nasution) agar mempertimbangkan kembali jabatan Direktur RSUD Kota Padangsidimpuan, pasalnya kejadian tersebut sangat mencoreng nama baik rumah sakit dan kepemimpinan Walikota saat ini,” tukasnya.

Laporan          : Ahmad Mubin Lubis

Editor/Posting : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here