Dipungut Biaya Pembangunan, Wali Murid SDN 01 Tri Tunggal Jaya Menjerit

75
Wali murid SD Negeri 01 Tri Tunggal Jaya, Kecamatan Penawar Tama, Tulang Bawang, Lampung menggeluhkan pungutan biaya sebesar Rp.150 ribu per wali murid yang dipergunakan untuk pembangunan gedung mushola di sekolah tersebut.. Insert (foto) Pintu gerbang masuk SDN 01 Tri Tunggal Jaya, Tulangbawang, Lampung.

# Kepsek Mengaku Sudah Diberi Izin Kepala Dinas Pendidikan Lewat Lisan

Sumateranews.co.id, TULANGBAWANG – Wali murid SD Negeri 01 Tri Tunggal Jaya, Kecamatan Penawar Tama, Tulang Bawang, Lampung menggeluhkan pungutan biaya sebesar Rp.150 ribu per wali murid yang dipergunakan untuk pembangunan gedung mushola di sekolah tersebut.

Selain dinilai fantastis biaya pungutan yang harus dikeluarkan, juga pelaksanaannya terkesan ada penekanan dari pihak sekolahan kepada setiap wali murid.

Hal itu diungkapkan oleh beberapa wali murid yang enggan disebut namanya. Mereka mengeluhkan biaya pungutan yang dilakukan pihak sekolah, dan mengatas namakan program komite sekolah.

“Terus terang mengenai biaya sebesar Rp.150 ribu kepada kami, kami merasa keberatan dan terbebani, karena biaya tersebut sudah ditentukan dan bukan secara sukarela,” keluh salah satu wali murid, kepada awak media baru-baru ini.

Bahkan, salah satu siswa kelas lima berinisial MK mengaku sudah membayar dana tersebut kepada pihak sekolah.

“Baru dicicil Rp. 50.000 saya bayar sabtu kemarin, dan uang itu saya serahkan dengan ibu wiwi guru kelas 5 A,” katanya.

Tak hanya MK, siswa lainnya juga mengaku telah membayar dana pembangunan tersebut sebesar Rp.150 ribu, yang diserahkan langsung oleh orang tua murid kepada salah satu guru sekolahan tersebut.

Terkait pungutan uang untuk pembangunan bangunan musholla tersebut, Kepala SD Negeri 01 Tri Tunggal Jaya, Samin ketika dikonfirmasi membantah. Dikatakan dia, penarikan dana terhadap siswanya, itu adalah program komite bukan sekolah.

“Beberapa waktu lalu pernah diadakan rapat musyawarah bersama, kalau saat rapat memang saya hadir tapi saat itu pihak komite menyampaikan program mereka kepada wali murid. Saya dan guru-guru lainnya tidak ada, jadi itu program komite bukan sekolah,” katanya melalui sambungan telpon, ketika dikonfirmasi terkait pungutan uang pembangunan tersebut, pada Selasa (08/10/19) kemarin.

Dirinya mengaku setelah rapat berjalan pihak komite menyampaikan hasil rapat tersebut kepada pihak sekolah tentang program pembangunan gedung mushola tersebut.

“Saya berpendapat selagi baik monggo saja, dan mengenai tarikan dana tersebut kata komite itu per wali murid sesuai jumlah wali murid yang hadir sebanyak 241 dari jumlah keseluruhan siswa 257, itu sudah ada berita acara kesepakatan dan saya pun sudah menghadap pak Kadis Nazarudin sekitar 10-15 hari yang lalu dan beliau memberi ijin secara lisan,” Jelasnya.

Laporan : Herry/Tim

Editor    : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here