Dipicu Hal Sepele, Seorang Warga Binaan Dibawa Umur Diduga Mengalami Tindak Kekerasan dan Dilecehkan Oleh Oknum Pegawai Lapas Kayuagung

419
DUGAAN TINDAKAN KEKERASAN TERHADAP WARGA BINAAN: Kalapas Kayuagung, Hamdi Hasibuan SH ST M.Hum saat dikonfirmasi dikantornya, Sabtu (1/6/2019). Hamdi menyebutkan pihaknya akan menyelidikinya dan akan mengambil tindakan tegas siapa pun pelaku penganiayaan terhadap warga binaannya.

Hamdi, Kalapas Kayuagung: “Kalau Ada Kesalahan dari Petugas Pasti Akan Kita Ambil Tindakan. Tidak Ada Pembiaran Seperti Itu, Siapa pun Orangnya,”

Sumateranews.co.id, KAYUAGUNG – Peristiwa penganiayaan terhadap warga binaan terjadi di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Salah seorang warga binaan, yakni MR (15) diduga mengalami mengalami tindak kekerasan dan pelecehan oleh salah satu oknum pegawai Lapas berinisial G.

Kasus penganiayaan terhadap salah satu warga binaan itu diungkap oleh keluarga korban, Mar (42) yang merupakan ibu kandung MR dikediaman rumah suaminya di Kelurahan Kutaraya, Sabtu (01/6/2019). Dia katakan, peristiwa penganiayaan itu ia ketahui saat membesuk putranya di Lapas Kayuagung, pada Jum’at (31/5/2019) kemarin.

“Kita membesuk anak kita MR di Lapas Kayuagung, saya lihat seperti ada lebam dibagian mukanya dan kondisinya sudah mengering, dari informasi yang saya dapat, ternyata anak saya ini diduga dipukul oleh pegawai lapas bernama G,” terangnya, kepada media ini.

Kasus tindak kekerasan yang dialami putranya itu, dijelaskan Mar, terjadi pada Kamis (30/5/2019) kemarin. Penyebab kejadiannya pun dipicu oleh hal sepele, alasan karena bercanda dengan salah satu oknum pegawai Lapas tersebut.

“Saat itu anak kami MR ini sedang bercanda dengan salah satu pegawai lapas, anak kami dikarantina di sel monyet, maklum anak kami ini yang paling kecil diantara tahanan lapas lainnya dan sering menjadi bahan permainan. Bahkan pegawai lapas lainnya sudah bilang, ini hanya sekedar bercanda jangan diapa-apa kan MR (korban),” tuturnya.

Namun ternyata hal itu tidak dilakukan oleh G, dirinya malah memukul korban dengan menggunakan sebuah buku tebal kearah muka korban sehingga mengalami luka lebam kebiru-biruan. Bahkan tak sampai disitu, korban juga dilecehkan dengan cara berjalan seperti bebek yakni posisi kaki diatas, dan kepala menghadap ke bawah sehingga menyebabkan kepala MR pusing.

“Tiba-tiba si G langsung memukul R panggilan akrab MR dengan buku tebal sehingga mukanya kelihatan biru. Tidak hanya itu saja, G juga menghukum R dengan menyuruhnya berjalan seperti bebek dengan posisi kaki diatas dan kepala menghadap kebawah, akibatnya R mengalami kepala pusing, dan sempat ngomong kepada petugas itu “Ai pak, bukan akuni binatang, manusio akuni,” ujar Mar menirukan ucapan anaknya (korban).

Kejadian tak mengenakan itu terus dialami putranya. Bahkan pernah diperlakukan tak manusiawi, saat mengikuti kegiatan apel upacara. Korban (MR) disuruh oleh oknum pegawai lapas G berjalan sambil telanjang menuju ke sel Blok B tempat dirinya ditahan.

“Kejadian itu juga disaksikan oleh kakaknya, A (dibaca inisial, red). Bahkan kakaknya, pernah protes terkait kejadian yang diterima adiknya tersebut,” ujar Mar, sedih bercampur khawatir mengetahui kejadian yang menimpa anaknya tersebut.

“Saat itu A (kakaknya) mengatakan kenapa adiknya diperlakukan seperti itu, kalau ada salah dia “inikan hanya main-main antara pegawai lapas dengan adik saya, kenapa sampai begini,” tambahnya menyampaikan cerita kakak korban kepada dirinya.

Pihak keluarga korban pun berharap pihak Kepala Lapas Kayuagung dapat memberikan sanksi tegas kepada oknum pegawai G, karena sangat tak manusiawi apa yang dilakukannya terhadap anaknya tersebut.

“Kami minta ada sanksi tegas dari Pak Kepala Lapas, agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” tandasnya sembari mengancam akan membawa kasus tersebut ke ranah hukum.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kayuagung, Hamdi Hasibuhan SH ST M.Hum saat dikonfirmasi dikantornya, Sabtu (1/6/2019) mengatakan, pihaknya akan menyelidikinya dan akan mengambil tindakan tegas siapa pun pelakunya.

“Kalau ada kesalahan dari petugas pasti akan kita ambil tindakan, tidak ada pembiaran seperti itu, siapapun orangnya kalau dia bersalah pasti akan kita tindak,” tegas Hamdi.

Pihaknya juga dia katakan akan siap bertanggungjawab jika memang terbukti, dan akan mengobati korban.

“Kalau korban, pasti kita obati, kalau memang betul. Kalau petugas yang melakukannya kita akan berikan sanksi sesuai dengan aturan yang ada, pasti akan kita periksa dan kita beri sanksi,” tandasnya, seraya akan memanggil dan mengkonfirmasi langsung terhadap oknum terkait soal korban yang disuruh berjalan sambil telanjang saat menuju sel tahanan.

“Kalau masalah ditelanjangi, nanti kita tanya dulu, kita konfirmasi (G),” tukasnya.

Laporan : Aliaman

Editor     : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here