Dinyatakan Reaktif, 1 dari 7 Pedagang Lakukan Rapid Tes Mandiri di RS, Hasilnya Non Reaktif

376
Tampak surat hasil rapid tes mandiri, yang dilakukan salah satu pedagang yang sebelumnya dinyatakan Reaktif oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid dan Dinas Kesehatan kota Prabumulih, di lokasi PTM I Kota Prabumulih, Selasa pagi (30/06). Bahkan, oleh pedagang atas nama Hendri Paisal ini, hasil rapid tes RS tersebut dipostingnya di akun facebook miliknya.

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Pelaksanaan rapid tes terhadap 30 orang pedagang, yang dilakukan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid dan Dinas Kesehatan kota Prabumulih, di lokasi PTM I Kota Prabumulih, Selasa pagi (30/06) menyisakan polemik. Pasalnya, dari 7 pedagang yang dinyatakan reaktif hasil rapid tes tersebut, 1 diantaranya belakangan diketahui Non Reactive.

Hal itu terungkap, saat salah satu pedagang yang belakangan diketahui bernama Hendri Faisal melakukan tes mandiri di RS Fadilah Prabumulih, usai dirapid tes massal oleh Tim Gugas Penanganan Covid dan Dinas Kesehatan kota Prabumulih.

“Ado wong tujuh termasuk aku, pas aku nak nutup jualan anak buah pak Tedjo manggil aku bapak ni positif, nak dikarantina di depan wong rame, kuomongkan si bapak ni jangan ngomong cak itu, men positif nian ngapo dak nelpon, nomor hp aku kan ado jangan di tengah wong rame mak itu wong nyingoi aku galo,” ucap Hendri dengan logat kental Bahasa Palembang, saat dihubungi media ini, Selasa sore (30/06).

Menurut Hendri, dirinya sempat bersetegangan dengan pihak Dinkes dan Satpol PP, saat diminta pulang untuk melakukan isolasi mandiri di rumah.

“Sempat agak betegangan dikit dengan wong kesehatan samo Pol PP tadi, yo lah aku disuruh wong balik. Ai hen baliklah bae kau ni, langsung balik, yolah aku nak meyakinkan wong tadi aku langsung Rapid test ke Rumah Sakit Fadilah,” sebut pedagang bawang ini, yang saat dihubungi didampingi Sekretaris PPKP, Armizal.

Dilanjutkan Hendri, dari hasil rapid tes yang dilakukan pihak RS Fadilah, dirinya dinyatakan non reactive.

“Dak katek kak penyakit, aku ni bejualan bawang kak,” sambung Hendri Faisal, menyayangkan tindakan Tim Gugus Tugas Covid-19 bersama Dinkes Prabumulih, yang langsung mengumumkan hasil rapid tes tersebut.

Sebelumnya, usai pelaksanaan rapid tes terhadap puluhan pedagang PTM I, Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Prabumulih, dr Happy Tedjo dan jajarannya bersama Kepala UPTD Pasar, Gunawan dan rombongan Damkar melakukan penyemprotan dibeberapa titik pasar yang ada di PTM I Kota Prabumulih.

Terkait 7 pedagang, yang dinyatakan reaktif, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Prabumulih, Djoko Listiano menjelaskan, pihaknya akan menindaklanjuti dengan melakukan swab.

“Untuk menghindari penyebaran covid 19 maka akan kami Lakukan swab ke rumah atau ke tempat yang bersangkutan guna memastikan mereka terjangkit atau tidak virus Corona. Terhadap pedagang yang reaktif rapid test itu agar dapat mengisolasi diri selama 14 hari guna memutus mata rantai penularan covid 19,” imbuhnya.

Ditanya apakah para pedagang reaktif itu masuk dalam tracking kasus baru impor atau lokal, Joko menerangkan, pihaknya belum mengetahui karena hasil rapid test baru reaktif dan belum bisa dinyatakan positif virus Corona atau tidak.

“Untuk kasus baru, impor atau lokal belum diketahui karena berdasarkan rapid test ini reaktif namun belum bisa dinyatakan positif virus Corona karena untuk memastikannya perlu di swab untuk mendeteksi apakah itu virus Corona atau bukan,” tutupnya.

Laporan : King III Editor : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here