Dinilai Jalan Ditempat, Kades Talang Balai Pertanyakan Kasus Bentrok Warga Desa Kayu Ara dengan Warganya

0
1155
Foto ilustrasi

sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Lantaran dianggap tidak ada titik terang pengungkapan kasus bentrok dan penggeroyokan terhadap warganya oleh warga Desa Kayu Ara, Kecamatan Muara Kuang, Ogan Ilir (OI), yang terjadi sekitar Agustus 2016 lalu, membuat Kepala Desa Talang Balai, Jumiyati mulai memertanyakan perkembangan pengusutan kasusnya oleh pihak kepolisian. Bahkan, pelaku yang  menyebabkan salah satu warganya tewas di lokasi kejadian sampai saat ini masih berkeliaran bebas dan belum ditangkap.

Menurut Jumiyati, dalam bentrok yang terjadi tepat di simpang empat Desa Tangai, Kecamatan Tanjung Miring tepatnya, pada Kamis (25/8) sore, sekitar pukul 17.30 WIB tahun lalu, antar warganya dengan warga Desa Kayu Ara telah mengakibatkan satu warganya tewas di lokasi kejadian (TKP) yakni, Dendi (23) dan satu lagi yaitu Yosef (23) menderita luka-luka dan berhasil selamat.

“Ya kami mempertanyakan perkembangan kasusnya sampai dimana. Sudah lama sekali, sudah setahun lebih belum ada kejelasannya. Hal ini dikhawatirkan bisa kembali memicu terjadi bentrokan jika sedikit saja terjadi permasalahan, dan itu yang kita tidak mau dan dihindarkan,” ujar Jumiyati, saat ditemui dirumahnya, Minggu (19/11) sore.

Dia dan bersama warganya pun mendesak pihak kepolisian agar segera mengungkap kasus tersebut dan menangkap para pelakunya. “Hal ini sesuai janji pihak kepolisian dalam hal ini pihak Polres OI ketika itu, akan segera mengungkap kasusnya dan menangkap pelakunya,” ungkap Kades Talang Balai, seraya masih menyesalkan peristiwa kejadian tersebut.

Jumiyati pun kembali mengharapkan, pihak kepolisian dalam waktu dekat bisa segera mengungkap kasus yang sempat menjadi perhatian dua pemerintah daerah Kabupaten Ogan Ilir dan Kabupaten Muara Enim ketika itu. Harapan warga itu ia sampaikan, agar kedepan tidak terjadi lagi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Minta jangan berlarut-larut, segera ungkap dan tangkap pelakunya. Kami kerap ditanyai warga, sampai dimana kasusnya,” tutur Jumiyati.

Seperti pemberitaan sebelumnya, bentrok antar warga Desa Talang Balai, Kecamatan Belida Darat, Kabupaten Muara Enim dengan Desa Kayu Ara, Kecamatan Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir (OI) terjadi tepat di simpang empat Desa Tangai, Kecamatan Tanjung Miring, pada Kamis (25/8) sore, sekitar pukul 17.30 WIB tahun 2016 lalu.

Penyebab peristiwa tragis itu diduga akibat buntut dari ketidakpuasan atas keputusan rapat yang berlangsung di Balai Desa dipimpin oleh Camat Rambang Kuang, yang membahas tentang sekitar 10 orang karyawan PT TW yang di PHK. Satu diantaranya diketahui aliasnya yakni TP.

Hasil keputusan rapat itu pun diketahui oleh ke 10 orang karyawan tersebut sehingga diduga mereka tak menerima di PHK oleh perusahaan. Lantaran, para pekerja yang masih bekerja di perusahaan tersebut mayoritas berasal dari Desa Talang Balai, yang diantaranya diketahui bernama Kardinata, Anek dan lainnya, sehingga akhirnya menyebabkan terjadinya bentrokan antar dua kelompok dari kedua warga desa tersebut. Bahkan diketahui, menjelang acara rapat itu selesai, ada sekelompok warga dari Desa Talang Balai yang menjemput peserta yang mengikuti rapat tersebut.

Laporan : Donny

Editor     : Donny

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article