Dinilai Darurat, MUI Sumsel Masih Bolehkan Vaksinasi Rubella

0
140

Sumateranews.co.id, PALEMBANG – Keluarnya fatwa MUI terkait status darurat Rubella, dibenarkan oleh pengurus MUI Sumatera Selatan (Sumsel).

Sekretaris Umum (Sekum) MUI Sumsel, Ayik Farid mengatakan jika fatwa yang diterbitkan oleh MUI sudah benar dan akan diikuti juga oleh MUI Sumsel. “Fatwa MUI pusat itu sudah benar, bahwa kalau dalam keadaan mendesak maka bisa digunakan tetapi tidak boleh seterusnya (digunakan). Itu hanya sementara, sambil berusaha mencari vaksin Rubella yang halal,” ujarnya saat dikonfirmasi Sumateranews.co.id, Selasa (21/8).

Dijelaskan, vaksin tersebut bisa digunakan karena statusnya yang mendesak akibat banyaknya korban virus Rubella. “Sebetulnya pengertian mendesak itu karena sudah banyak korban. Jika dalam keadaan mendesak, maka dalam hukum Islam dikatakan Ad Dharurah (darurat) atau Al Hajad. Sehingga diperbolehkan walaupun itu hukumnya masih haram,” jelasnya.

Masih kata Farid, dikatakan darurat karena jika tidak disuntikkan, menimbulkan dampak (bahaya) kepada anak-anak. “Mereka bisa (mengalami) cacat, cacat permanen, meninggal, dan sebagainya,” lanjutnya.

Ditambahkan, status vaksin Rubella bisa dikatakan mirip dengan vaksin Meningitis. Dimana awal vaksin yang digunakan mengandung unsur babi, namun karena mendesak maka digunakanlah untuk para jemaah haji yang akan berangkat ibadah ke Mekah.

“Vaksin Meningitis yang tidak mengandung unsur babi, itu sebenarnya kami yang menemukan. Saat melakukan studi tur ke Singapura, di sanalah kami menemukan vaksinnya,” pungkasnya.

Laporan          : Irfan
Editor/Posting : Imam Ghazali