Dinas Pertanian Salurkan Bantuan Bawang Merah ke Petani

31
Untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat petani di Kabupaten Gayo Lues yang terdampak Covid-19, Dinas pertanian setempat menyalurkan bantuan sarana produksi (Saprodi) tanaman hortikultura jenis bawang merah kepada sejumlah kelompok tani.

Sumateranews.co.id, ACEH – Untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat petani di Kabupaten Gayo Lues yang terdampak Covid-19, Dinas pertanian setempat menyalurkan bantuan sarana produksi (Saprodi) tanaman hortikultura jenis bawang merah kepada sejumlah kelompok tani.

Saprodi tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Pertanian setempat Jakaria, S. Hut MP. didampingi Kabid Hortikultura, Ismail di Gudang Dinas Pertanian, berlokasi di Belang tenggulun Kecamatan Blangkejeren, Selasa (02/6).

Disampaikan Jakaria, bantuan yang diserahkan kepada kelompok tani ini merupakan Program Pemberdayaan Ekonomi Sela Covid atau disebut dengan program “SECO”. Bibit yang sudah tersalur kepada kelompok tani masih sebahagian saja yakni sebanyak 800 kilo gram (Kg).

”Direncanakan, khusus untuk bawang merah, tahun ini Dinas Pertanian Gayo Lues akan menyalurkan sebanyak 41 ton bibit. Selain itu kita juga membantu sarana produksi lainnya seperti mulsa, dan pestisida,“ sebut Jakaria.

Pembagian bantuan bawang ini berdasarkan usulan kelompok tani melalui proposal yang memenuhi sayarat dan sudah diverifikasi oleh bidang terkait di dinas pertanian. Penerima bantuan dibatasi, dalam satu Kepala Keluarga (KK) petani hanya bisa menerima maksimal 2 mulsa saja.

“Maksud dan tujuan dari Program Pemberdayaan Ekonomi SECO ini adalah menjaga ketersedian pangan dan stabilitas ekonomi masyarakat pada masa darurat pencegahan dan penanganan Covid-19 di Kabupaten Gayo Lues,” katanya.

Kadis Pertanian berharap, kepada seluruh petani penerima bantuan, supaya betul-betul menanam bibit bawang yang sudah dibagikan oleh pemerintah dan jangan pernah memperjual belikannya.

“Jika ada yang memperjual belikan bantuan ini, maka siap-siap berurusan dengan pihak penegak hukum,” sebutnya.

Menurut Jakaria, alasan dipilihnya Komoditi bawang merah sebagai salah satu komoditi program “SECO” adalah untuk membangkitkan kembali ekonomi masyarakat Gayo Lues yang sempat melemah lantaran terdampak Covid-19 yang hingga saat ini masih menjadi tantangan bagi masyarakat.

“Menurut saya selama ini, komoditi bawang merah mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya bagi para petani Gayo Lues. Disamping harganya cukup menjanjikan, masa panen juga tidak begitu lama,” tutur Kadis.

Laporan : Ardiyanto III Editor : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here