Dikeluarkannya Siswa SMA Negeri 1 Perhentian Raja Kian Berpolemik

72

Sumateranews.co.id, RIAU- Terkait dugaan pihak sekolah SMA Negeri 1 telah mengeluarkan siswa didiknya sebelum pelaksanaan UNBK, sebagaimana diberitakan, media ini pun baru berhasil menginformasi ke yang bersangkutan, Sabtu (29/6). Namun hasilnya tampak kian berpolemik.

“Mengeluarkan Siswa kelas 3 (tiga) ?, tak..ndak ada, dikeluarkan tidak ada, tapi siswa yang keluar ada,” jelas Mahsus, S.Pd Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Perhentian Raja yang dikonfirmasi via telp seluler pribadinya saat dikonfirmasi akan dugaan tersebut di atas.

“Alasannya kemarin tu, kami kesiswaan datang menjumpai ke rumah, katanya anak itu sudah pergi, ya…katanya sama familinya…ya kesiswaanlah urusanmu itu,” beber Mahsus, S.Pd kepada awak media, saat ditanya akan dugaan pihak sekolah mengeluarkan anak didiknya tanpa alasan yang tidak jelas yang disampaikan Rismayeni Wakil Kesiswaan pada orang tua didik.

“Kalau saya bisa membantu paling memberikan solusi, itu bukan saya tapi urusan sekolah itu bukan urusan saya. Anak yang mau pindah, mana pula urusan sekolah yang lepas,” elak Mahsus saat dipertanyakan akan kebenaran apakah orang tua didik yang anaknya dikeluarkan pihak sekolah untuk orang tua didik mencari sekolahan lain oleh pihak sekolahan lain, menjumpai dirinya selaku Kepala Sekolah dikediamannya Kuntu hingga pukul 00.00 malam untuk meminta bantuan dan solusi untuk anaknya.

Saat dipertanyakan apakah dirinya  mengetahui akan Surat Edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pihak sekolah tidak dapat mengeluarkan dan atau memberhentikan siswa didiknya? serta mempertanyakan apakah dirinya selaku Kepala Sekolah dugaan tindakan yang telah dilakukan Rismayeni selaku Wakil Kesiswaan meminta kepada orang tua didik untuk mencari sekolahan lain tanpa alasan yang jelas kepada orang tua didik?

“Itukan karena anaknya bermasalah dan sudah dikonsultasikan ke orang tuanya, mencari jalan keluar, jalan keluarnya bagaimana tuh. Itu katanya keterangan dari Wakil Kesiswaan ya..?.” jawab dan tanya Mahsus yang diduga tidak mengetahui tindakan yang diduga telah dilakukan Rismayeni Wakil Kesiswaan akan dugaan mengeluarkan siswa tanpa alasan yang jelas pada awak media, sembari memanggil Rismayeni Wakil Kesiswaan untuk menjawab pertanyaan awak media dalam konfirmasi yang telah dilakukan Via Telp seluler pribadi Mahsus, S.Pd.

“Benar.., saya memang menjumpai salah satu orang tua siswa, bukan salah satu. Ada beberapa orang tua siswa dan ada beberapa siswa yang memang kita sarankan untuk pindah, karena memang tidak bisa diterima lagi di sekolah,” jawab Rismayeni seraya membenarkan informasi yang telah diperoleh awak media, yang mana pihak sekolah telah mengeluarkan siswanya dengan meminta orang tua untuk mencari sekolahan lain untuk anaknya.

“Kita kan punya aturan sekolah dan kebijakan sekolah,” kembali jawab Rismayeni saat dipertanyakan alasan.

“Saya tau, sepanjang siswa itu tidak melakukan hal-hal yang melanggar. Silakan tanyakan kepada orang tua siswa,” terangnya.

“Ada hal-hal yang kami sampaikan secara transparansi kepada wartawan, ada yang tidak. Mohon maaf Bang ya…kebijakan sekolah itu ada, aturan sekolah itu jadi tidak semua yang bisa kami kangkangi. Banyak, aturan ada, undang-undangnya juga ada. Bagi kami ada, silakan hubungi dinas pendidikan jika Abang mau tau itu,” jawabnya lagi.

Saat dipertanyakan aturan yang mengatur wartawan tidak dapat mengetahui kebijakan sekolah, dan apakah ada disampaikan kepada pihak Dinas akan SOP.

“Abang kalau mau tau tentang itu, tentang undang-undang itu juga silakan Abang cari di Dinas Pendidikan ada semua. Dasarnya kami punya dasar, karena kami punya aturan, Abang jangan desak-desak saya. Saya tidak bisa jawab, silakan Abang cari apakah di Dinas Pendidikan atau di Kementerian atau dimana Abang bisa cari… carilah. Aturan itu ada sama Kepala Sekolah juga, dan kami ada aturan yang dibuat Kepala Sekolah dan sudah disepakti orang tua dan itu sesuai dengan aturan di Dinas Pendidikan. Untuk apa permasalahannya ada yang kami beritahu kan ada yang tidak, karena ini menyangkut pendidikan anak didik kami dan masa depan mereka juga,” jawab Rismayeni yang terkesan arogan, saat dipertanyakan alasan siswa didiknya disarankan pindah kesekolahan lain oleh pihak SMA Negeri 1 Perhentian Raja.

“Tidak ada yang dikeluarkan, Abang jangan memplintir dong. Kalau abang bilang diduga, informasi Abang lah yang jelas berapa dikeluarkannya,” tutur Rismayeni dengan nada terkesan tidak beretika pada awak media, saat dipertanyakan berapa jumlah siswa yang diduga dikeluarkan oleh pihak sekolah.

Dan saat dipertanyakan apakah pihak sekolah telah mendatangi dan atau mengunjungi siswa didik, yang siswa didiknya tidak masuk dan turut mengikuti Ujian Akhir dan atau UNBK.

“Ada, ada yng masuk dan tidak karena siswanya memang tidak ingin sekolah. Nah itu saya bilang Bang, ada yang bisa kita beritahu dan ada yang tidak. Kami juga ada hak melindungi hak siswa kami, karena menyangkut masa depan seseorang. Lah kami bukan tidak membiarkan … bukan kami membiarkan siswa untuk tidak mengikuti Ujian UNBK, sudah banyak jalan yang kami sampaikan kepada siswa dan hanya satu siswa yang tidak mengikuti UNBK. Dan itu sudah kita panggil, dan orang tuanya sudah kita panggil nama anaknya ada didaftar guru BK,” tandasnya.

Laporan          : Ismail/Arifin

Editor/Posting : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here