Dikampus UIBA, Bupati Askolani Sampaikan Prestasi Banyuasin

30
Bupati Banyuasin, H Askolani yang juga Ketua Alumni Universitas IBA Palembang hadir dan menyaksikan pelantikan DR Tarech Rasyid, M.Si sebagai Rektor UIBA 2020-2024. Pelantikan dilakukan oleh Ketua Yayasan IBA, Hj Rita Rosida Bayumi di ruang utama Yayasan IBA, Selasa (4/8/2020).

Bupati Askolani-Rektor UIBA Teken Kesepakatan Merdeka Belajar

Sumateranews.co.id, BANYUASIN, – Bupati Banyuasin, H Askolani yang juga Ketua Alumni Universitas IBA Palembang hadir dan menyaksikan pelantikan DR Tarech Rasyid, M.Si sebagai Rektor UIBA 2020-2024. Pelantikan dilakukan oleh Ketua Yayasan IBA, Hj Rita Rosida Bayumi di ruang utama Yayasan IBA, Selasa (4/8/2020).

Acara pelantikan juga dihadiri oleh Gubernur Sumsel Herman Deru, Asisten III Prof DR Edwar Juliarta, Direktur Bank Sumsel Babel, dan sejumlah anggota DPRD Sumsel dan undangan lainnya.

Bupati H Askolani menilai UIBA merupakan perguruan tinggi yang sangat berpengalaman dan telah melahirkan banyak tokoh muda berpengaruh di Provinsi Sumsel saat ini.

“Saya salah satu kepala daerah yang lahir dari UIBA, saya belajar kepemimpinan, politik, kemasyarakat hingga unjuk rasa dari kampus ini. Dan salah satu gurunya DR Tarech Rasyid,” katanya, yang langsung disambut tawa para tamu undangan.

Alumni UIBA jelas Askolani, kualitasnya lebih baik dari yang lain. Karena dosen UIBA banyak juga berasal dari Unsri, UI, UGM hingga Padjajaran. “IBA memang Universitas swasta tetapi mutu sama dengan Universitas Negeri. Karena mutunya tinggi inilah maka saya sebagai salah satu Alumni bisa jadi Bupati,” tandasnya.

Dikampus UIBA tersebut, orang nomor satu di Banyuasin menyebut sejumlah prestasi dan kemajuan yang telah dicapai dalam kurun waktu satu tahun lebih kepemimpinannya. Secara nasional, Banyuasin sebagai produsen beras nomor 4 nasional, Inovasi Jam Kunci layanan e KTP terbaik satu nasional kategori tata kelola pemerintahan.

Begitu juga proses pembangunan terus dikerjakan, Program Infrastruktur setidaknya tujuh jalan poros yang selama ini rusak parah sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat seperti di jalan Pulau Rimau, Muara Padang, Muara Sugihan, dimana ketujuh jalan poros tersebut sudah dicor beton.

Dan tahun 2021, pihaknya sudah merancang 9 jalan poros lainnya seperti Muara Telang-Sumber Marga Telang, Tungkal Ilir, Rantau Bayur, Karang Agung Ilir hingga Pulau Rimau-Sungai Rengit. “Insyaallah, semua jalan poros akan terkoneksi sehingga membuka keterisolasian, dan harapan kita perekonomian masyarakat makin menggeliat,” terangnya.

“Begitu juga pelayanan publik seperti kesehatan, pendidikan, terus dilakukan untuk melayani masyarakat. Dokter kita masuk desa untuk mengobati warga.

Dengan semangat Banyuasin Bangkit Adil Sejahtera kita ingin ada perubahan di Kabupaten Banyuasin, kerarah yang lebih baik, maka tujuh program andalan terus dilaksanakan,” jelas Askolani lagi.

Askolani juga berharap UIBA dibawa kepemimpinan Rektor Tarech Rasyid lebih banyak melakukan inovasi-inovasi. “Saya sebagai Alumni berharap, ada singkronisasi Rektor dengan yayasan sehingga semua gagasan dan ide serta Inovasi bisa berjalan dengan baik,” harapnya.

Sementara dalam kesempatan itu, Rektor UIBA Tarech Rasyid dan Bupati Banyuasin H Askolani juga menandatangani Nota Kesepakatan Bersama tentang pengembangan dan kegiatan pembelajaran Merdeka Belajar- Kampus Merdeka.

Sementara itu, Gubernur Herman Deru dalam sambutannya mengatakan, UIBA berdiri tahun 1960 dan tetap Exis sampai 2020 karena adanya kepercayaan masyarakat.

“Modal utama itu kepercayaan, dan untuk mendapatkan kepercayaan itu butuh proses. Banyak lembaga pendidikan dengan gedung mentereng dari tingkat TK sampai Perguruan Tinggi tapi tidak bertahan lama. Karena kepercayaan tadi. Masyarakat nilai dari produk yang dihasilkan. SPP mahal tidak masalah asal mutu dan kualitasnya baik,” tandasnya.

Universitas terang HD, harus mengikuti canggihnya informasi dan teknologi, dituntut alam untuk terus berinovasi baru.

“IBA silahkan melakukan penelitian termasuk virus covid, siasat agar tetap aman.

Artinya, kalau dulu demo memang masanya, namun sekarang yang dibutuhkan adalah solusi. Caranya dengan inovasi dan penelitian,” tukasnya.

Laporan : Wanto III Editor : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here