Digerebek Petugas BNN Prabumulih, Supir Perusahaan Swasta Asal PALI Ini Berusaha Memanjat Pagar Bambu Rumah Penggedar Sabu

0
451
TERSANGKA SABU ; Kepala BNN Kota Prabumulih, Ibnu Mundzakir Ssos Msi saat menggelar komferensi pers penangkapan tersangka terduga pemasok sabu seberat 35, 49 gram atau senilai Rp 40 juta dikantornya, Jumat (14/09/2018) sore.

# Diamankan 4 Paket Sabu Senilai Rp 40 Juta

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Wilayah Kota Prabumulih masih menjadi surganya para bandar dan pengedar sabu dari daerah lain. Terbukti, petugas dari Badan Nasional Narkotika Kota (BNNK) Prabumulih, belum lama ini berhasil menggagalkan dan meringkus salah satu pemasok sabu dari wilayah Kabupaten PALI yakni, Yayan Saputra (26) warga Dusun I Desa Air Itam, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI.

Tersangka yang mengaku berprofesi sebagai supir pada salah satu perusahaan swasta ini berhasil diringkus saat sedang mengantarkan narkotika jenis sabu, di rumah kediaman S diduga pengedar sabu di Jalan Kopral A Wahab, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Prabumulih Utara, pada Kamis (13/09/2018) malam, sekitar pukul 21.15 Wib kemarin.

Selain menangkap tersangka Yayan Saputra, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa barang narkotika jenis sabu seberat 35, 49 (tiga lima koma empat puluh sembilan) gram yang masih terbungkus dalam 4 kemasan kantong berukura besar atau senilai sekitar Rp 40 juta, 1 unit sepeda motor merk Honda Beat warna hitam lust merah jambu, 1 unit handphone merk Samsung S8 warna gold, dan uang tunai sebesar Rp 2.000.000 (dua juta rupiah) diduga uang hasil penjualan sabu, serta satu set alat hisap sabu.

Selanjutnya, oleh rombongan petugas, tersangka bersama sejumlah barang bukti tersebut langsung diamankan di Kantor BNNK Prabumulih guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Dalam pengakuannya, tersangka menyebut dirinya hanya mengantarkan pesanan barang narkotika tersebut ke pelaku S yang saat disergap berhasil melarikan diri.

Dari keterangan yang berhasil diterima, menyebutkan penangkapan terhadap terduga pemasok sabu asal Air Itam PALI tersebut berawal dari laporan warga bahwa ada transaksi narkotika jeni sabu di seputar wilayah Jalan Kopral A Wahab, Wonosari. Team berantas narkotika Prabumulih yang menerima informasi tersebut kemudian melakukan penyelidikan dan pengintaian di rumah kediaman pelaku S yang berada tak jauh dari lokasi Taman Pemakaman Umum (TPU) Taman Siswa.

Usai memastikan aktivitas di dalam rumah, petugas yang tak ingin kecolongan dan sudah mengamati gerak gerik tersangka Yayan dari awal ketika dirinya berkunjung, kemudian langsung melakukan penggerebekan dan menemukan tersangka Yayan dan pelaku S sedang santai sambil nonton TV di ruangan dalam rumah milik pelaku S. Menyaksikan kedatangan tamu tak diundang secara tiba-tiba itu, membuat kedua pelaku panik dan beruaha kabur melarikan diri dari sergapan para petugas BNN Prabumulih.

Apes bagi tersangka Yayan, ketika dirinya hendak melarikan diri dengan cara memanjat pagar rumah pelaku S yang terbuat dari bahan bambu dirinya keburu tertangkap dan ditarik paksa petugas. Sementara pemilik rumah, yang disebutkan tersangka adalah pemesan barang haram tersebut berhasil melarikan diri dari sergapan petugas.

“Biaso memang dio (pelaku S, red) mesan sudah dari berapo bulan inilah, dan kami siap antar ditempat,” aku Yayan seraya menyebutkan empat paket sabu tersebut bernilai sekitar Rp 40 juta saat diawawancarai awak media dalam komferensi pers yang digelar pihak BNN Kota Prabumulih, Jumat sore.

Sementara itu, Kepala BNN Kota Prabumulih, Ibnu Mundzakir Ssos Msi menyebutkan, dalam penggerebekan itu pihaknya berhasil menangkap satu pelaku terduga pemasok sabu asal Air Itam PALI. Selain meringkus tersangka, pihaknya juga turut mengamankan barang bukti berupa empat kantong sabu dari tangan pelaku berikut barang bukti lainnya.

“Pelaku sementara ini masih menjalani pemeriksaan penyidikan di kantor BNN Prabumulih. Waktu penangkapan tim pemberantasan melihat pelaku tiba di rumah S dengan motornya dan langsung masuk ke dalam rumah tersebut. Lalu setelah anggota kita memastikan bungkusan yang dikeluarkan pelaku itu adalah narkoba, anggota langsung menyergap ke dalam rumah,” terangnya.

Akibat perbuatannya, tersangka terancam dikenakan hukuman pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 114 junto Pasal 112 Undang-undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. “Pelaku dapat diancam hukuman pidana minimal 5 tahun kurungan penjara,” tegasnya.

Laporan : AD

Editor     : Donny