Diduga Terlibat Pemukulan dan Penggeroyokan Pelajar SMA, Sopir Ini Diamankan Polisi

0
211
Tersangka pemukulan dan penggeroyokan pelajar SMA, yakni Reski saat diamankan petugas reskrim Polsek RKT, kemarin.

sumateranews.co.id, PRABUMULIH –  Lantaran tak terima saudara sepupunya, mendapatkan hukuman push up saat kegiatan sekolah hacking Pramuka, seorang sopir nekat menggeroyok dan memukuli seorang pelajar SMA Negeri 4 Tanjung Rambang. Akibat ulahnya itu, pelaku bernama Reski Pandani (16), warga desa Karangan Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) ini harus berurusan dengan polisi.

Pelaku berhasil diringkus Tim Reskrim Polsek RKT, ketika sedang melintas membawa kendaraan mobilnya di jalan perlintasan desa Karangan, Prabumulih-Baturaja, pada Rabu (08/11) sore sekitar pukul 16.30 WIB kemarin. Saat dibekuk, pelaku tidak memberikan perlawanan dan mengakui telah menggeroyok dan memukuli korban Baiget bersama dua teman lainnya, yakni Er (18) dan EP (18) keduanya warga desa Karangan RKT, yang kini masih diburu polisi.

Kasus pemukulan dan penggeroyokan itu sendiri terjadi, pada Kamis 02 November 2017 lalu, di depan pagar sekolah SMA 4 Tanjung Rambang RKT. Selanjutnya, oleh petugas pelaku langsung dibawa ke Polsek RKT berikut barang bukti kunci shock sepanjang 30 cm yang digunakan pelaku memukul korban.

Dihadapan penyidik, pelaku Reski mengaku memukuli dan menggeroyok korban karena tak terima Vi yang merupakan adik saudara sepupunya dihukum oleh korban dengan cara melakukan push up, dalam sebuah kegiatan diluar sekolah hacking pramuka di hutan Tanjung Rambang. Usai menerima laporan dari Vi, keesokannya dengan mengajak kedua temannya, pelaku menggeroyok warga desa Sugihan Kecamatan Rambang Muara Enim itu hingga menderita luka lecet dibagian kepala belakang.

“Kami tunggu dio diluar sekolah, yang pertamo mencekik dan memukul dio (korban) kawan aku Er. Aku idak senang, dio menghukum sepupu aku dengan push up. Cuma satu kali aku mukulnyo pake kunci L saat dio nak lari,” sebut pelaku, sambil menundukan kepala menyesali perbuatannya, kemarin.

Sementara Kanit Reskrim polsek RKT, Aiptu Darmawan SH mengungkapkan kasus pengeroyokan itu terjadi karena pelaku tidak senang adik sepupunya dihukum push up oleh korban. “Pelaku ada 3 orang, satu diantaranya yakni Reski sudah berhasil kita tangkap dulu. Kejadian dipicu oleh masalah push up, yang diterima sepupu pelaku, kasusnya masih kita selidiki dan mengejar kedua pelaku lainnya,” jelas Dharmawan.

Dikatakan Dharmawan, penangkapan terhadap pelaku dilakukan usai pihaknya menerima laporan korban Baiget dengan nomor LP / B / 16 / XI /2017/SUMSEL/pbm/RKT tertanggal 02 November 2017 kemarin. Korban saat itu, sambung Dharmawan hendak pulang sekolah. Namun ketika diluar pagar sekolah korban dihadang para pelaku dan dikeroyok hingga menderita luka lebam dan lecet pada bagian kepala belakang.

“Saat kejadian, adik sepupu pelaku ado di lokasi kejadian. Kasus ini masih kita kembangkan dan memburu dua pelaku lainnya,” tukasnya.

Laporan  : Donny

Posting    : Andre