Diduga Tak Senang Dikonfirmasi, Oknum Pejabat Sekdin Perdagangan OKI Ancam Santet Wartawan

0
170

OKI – Sikap arogansi pejabat terhadap wartawan (awak media) kembali terjadi di lingkungan Instansi Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Kali ini diduga dilakukan oknum Sekretaris Dinas Perdagangan Kabupaten OKI berinisial L, pada Kamis (21/10/2021).

Kejadian dugaan arogansi ini bermula, saat wartawan dari persepsi.co.id, HA hendak melakukan konfirmasi terkait proyek pengadaan mobil di Dinas Perdagangan Kabupaten OKI kepada Sekretaris Dinas Perdagangan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ini.

Menurut HA, sebelum konfirmasi dengan Sekdin Perdagangan Kabupaten OKI, dirinya sebelumnya sempat menghubungi Kepala Dinas Perdagangan Drs H Alamsyah MSi melalui via WhatsApp dan menyarankannya untuk menemui Kabid Perdagangan dalam hal ini Awie.

“Dan saat saya menyampaikan tujuan konfirmasi kepada Kabid Perdagangan Awie, saya pun diarahkan langsung untuk menemui PPTK pengadaan kendaraan tersebut yang dipegang oleh seketariat,“ urai HA.

Selanjutnya, kata AH, dirinya menemui Seketariat Perdagangan inisial L, namun disayangkan ketika hendak mengkonfirmasi terkait hal tersebut, Seketariat Dinas Perdagangan ini langsung menggebrak meja dengan sangat kuat seraya berdiri hendak memukul sembari mengancam ingin menyantet wartawan.

“Seandainya jabatan saya hanya sebagai staf sudah kutusuk kau,” ucap oknum Sekdin inisial L ini, sambil mengacungkan telunjuk ke saya, sembari menambakan kata-kata bernada ancaman ku santet kau,” terang AH, menirukan ucapan oknum pejabat tersebut.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Ogan Komering Ilir(OKI), Drs H Alamsyah MSi, saat dikonfirmasi atas sikap bawahanya melalui via WhatsApp mengatakan selaku kepala Dinas dan Pimpinan di Dinas Perdagangan dirinya meminta maaf atas perilaku Sekdin.

“Saya sudah menegur yang bersangkutan untuk tidak mengulangi lagi sikap seperti itu, terima kasih,” ucapnya.

Masih disampaikan Kadin Perdagangan Alamsyah bahwa proyek tersebut belum berjalan baru tahap pengajuan.

“Untuk proyek itu sendiri baru tahap pengajuan, belum berjalan,” ungkapnya lagi.(SMSI OKI)

Editor : Donni