Diduga Minim Rambu Peringatan, Sebuah Mobil Innova Masuk Sungai Penawar-Rawajitu, 2 Tewas, 4 Luring dan Luber

0
159

TULANG BAWANG – Jalan Lintas Simpang Penawar – Jalan Rawajitu tepatnya di lintas kawasan PT. BNIL Kecamatan Banjarmargo, Kabupaten Tulangbawang, kembali menelan korban jiwa. Dua orang meninggal dunia dan 4 (empat) orang luka ringan dan luka berat, usai sebuah mobil mengalami kecelakaan tunggal, pada Minggu (24/10/2021) di titik lokasi yang sedang dalam perbaikan.

Diduga penyebab terjadinya lakalantas itu, salah satunya adalah akibat minimnya rambu – rambu lalin yang dikesampingkan oleh pihak kontraktor PT. YPP.

“Ya salah satu penyebabnya adalah pihak pelaksana proyek perbaikan jalan tidak memasang rambu – rambu secara maksimal. Tidak ada Marka Jalan. Padahal di situ sudah sering terjadi kecelakaan,” kata Akif, salah satu warga.

Mestinya, kata dia, pihak pelaksana proyek harus punya respon maksimal dalam melihat kondisi di lapangan. Minimal melakukan upaya penekanan dan pencegahan terjadinya lakalantas dengan cara melengkapi sarana rambu – rambu atau pengaman ruas jalan yang sedang dalam perbaikan.

“Sekali lagi saya sangat menyayangkan atas lemahnya respon dari pihak PT. YPP, yang diduga tidak masang rambu – rambu atau pengaman jalan yang sedang dalam perbaikan,” tegas Akif.

Akif melanjutkan, bila dihitung dugaan kesalahan yang dilakukan pihak pelaksana ialah, di antaranya pinggiran badan jalan tidak ditimbun sehingga potensi kecelakaan. Kemudian, tidak dipasang rambu peringatan secara maksimal.

“Sudah banyak korban jiwa di sini. Tapi pihak pelaksana seakan diam saja. Ini tidak boleh dibiarkan dan didiamkan saja. Harus ada yang berteriak agar perusahaan itu peduli keselamatan warga,” sergahnya.

Kasat Lantas Polres Tulangbawang, AKP Suhardo menerangkan, kecelakaan terjadi pada hari Minggu, 24 Oktober 2021 sekira jam 09.00 WIB di jalan penghubung Lintas Timur Rawajitu, yang menyebabkan kendaraan Toyota Innova BE B 1269 POG masuk ke sungai di pinggir jalan.

Suhardo merincikan, akibat kejadian itu, dua orang meninggal dunia (MD) di lokasi kejadian dan empat orang lainnya menderita luka ringan (LR) dan luka berat (LB).

“Korban meninggal dunia adalah Jumitun (55), Mali (60), luka ringan dan luka berat Sukarno (46), Sugeng Bagio (45), Amanda (11), Liliana (9) kesemuanya adalah warga Kampung Taman Sari, Kecamatan Purbolinggo, Lampung Timur,” paparnya.

Dia menerangkan, kronologi kejadian bermula, saat kendaraan roda empat minibus Toyota Innova B 1269 POG berjalan dengan kecepatan tinggi dari arah RawaJitu menuju Simpang Penawar.

Pada saat melewati jalan lurus berpapasan dengan kendaraan lainnya yang berjalan dari arah berlawanan. Karena berusaha menghindari tabrakan dengan kendaraan yang muncul dari arah berlawanan, membuat si pengemudi Innova membanting stir ke kiri, namun apes, diduga tidak bisa mengendalikan laju mobil menyebabkan kendaraan masuk ke dalam sungai yang berada di pinggir jalan sebelah kiri. (Hry)

Editor : Donni