Diduga Malpraktek, Seorang Pasien Persalinan dan Bayinya Meninggal Saat Hendak Melahirkan di Rumah Sakit

656
Dugaan malpraktek terjadi di salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Seorang pasien persalinan bernama Warida (34), warga Kampung Kahuripan Dalam, Kecamatan Menggala Timur, Kabupaten Tulang Bawang meninggal dunia usai mengalami pendarahan hebat saat hendak melahirkan di rumah sakit tersebut. (Foto ilustrasi)

Sumateranews.co.id, TULANG BAWANG, – Dugaan malpraktek terjadi di salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Seorang pasien persalinan bernama Warida (34), warga Kampung Kahuripan Dalam, Kecamatan Menggala Timur, Kabupaten Tulang Bawang meninggal dunia usai mengalami pendarahan hebat saat hendak melahirkan di rumah sakit tersebut.

Tragisnya lagi, sang jabang calon bayi juga ikut meninggal dalam proses persalinan prematur yang dilakukan oleh petugas medis rumah sakit, yang beralamat di jalan lintas Timur Kampung Tunggal Warga, Kecamatan Banjar Agung. Peristiwa meninggalnya pasien dan bayi dalam kandungannya ini diungkap oleh Wardian, adik kandung korban.

“Awalnya ia (korban) hanya kontrol ke Puskesmas Lebuh Dalam Kecamatan Menggala Timur untuk melakukan pemeriksaan kandungan, setelah dilakukan pemeriksaan, kemudian korban langsung dirujuk ke Rumah Sakit MB (inisial, red) untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih maksimal. Namun saat didalam perjalanan korban mengalami pendarahan,” ungkap Wardian melalui sambungan telpon genggam, Minggu (16/02/2020).

Menurut Wardian, korban Warida mengalami pendarahan hebat selama kurang lebih sekitar 3 jam. Namun sayang pasien dan calon bayi tidak mendapatkan penanganan secara maksimal.

Wardian menjelaskan, korban tiba di Rumah Sakit MB sekitar jam 17.30 WIB dan dimasukkan ke ruang kebidanan atau ruang anak bukan ditempatkan di ruangan Unit Gawat Darurat (UGD) karena korban sudah mengalami pendarahan.

“Anehnya kakak saya kok tidak mendapatkan pelayanan yang maksimal padahal kondisi kakak saya sudah pendarahan saat dalam perjalanan akan dirujuk ke rumah sakit, dan dibiarkan berjam-jam hingga mengalami pendarahan sampai akhirnya calon bayi dan ibunya meninggal dunia secara bersamaan,” sebut Wardian dengan nada lirih, dan menyesalkan kejadian tersebut.

Ditambahkan Wardian, dirinya selaku adik kandung korban sudah menerima kuasa dari suami korban untuk mengurus segala sesuatu yang terkait meninggalnya korban dan bayinya saat proses persalinan.

“Jika tidak ada klarifikasi yang baik dari pihak rumah sakit maka pihak keluarga korban akan menempuh jalur hukum,” tutupnya.

Sampai berita ini dipublikasikan, pihak Direktur Rumah Sakit MB yakni, Dr HS belum bisa dikonfirmasi.

Laporan : Rilis/Herry

Editor    : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here