Diduga Kades Selewengkan Dana

0
286

Sumateranews.co.id, PALI- Husni Tamrin Ciknung, Kepala Inspektorat kabupaten PALI mengakui adanya surat masuk ke instansinya, berupa surat tembusan pengaduan warga terhadap Sumantri Kepala Desa Gunung Menang Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Sumantri diduga telah melakukan penyelewengan dan penyalagunaan dana desa tahun anggaran 2015-2016 dan tahun 2017.

“Iya benar ada surat tembusan pengaduan warga Gunung Menang yang ditujukan kepada kami beberapa hari lalu, oleh Nursani cs terkait dugaan penyelewengan dan penyalahgunaan dana desa,” ujar Husni Tamrin usai hadiri rapat paripurna digedung DPRD PALI belum lama ini.

Menurutnya, berkas itu sekarang sudah dipelajari dan prosesnya sudah berjalan, bahkan pengaduan masyarakat tersebut, sudah sampai ke telinga Bupati PALI, Heri Amalindo, namun dirinya enggan berkometar banyak tentang sanksi yang akan diterapkan nanti, karena proses hukum masih berjalan.

“Kita lihat saja nanti bagaimana hasil prosesnya,” tegas Husni.

Dari data dihimpun, surat laporan masyarakat Desa Gunung Menang bertanggal 19 Juli 2017, yang ditujukan kepada Bupati PALI dan ditembuskan ke Inspektur PALI, Kejari PALI, DPRD, Kajati Sumsel, dan Camat Penukal. Dalam surat yang ditandatangani Nursani cs tersebut, disampaikan adanya dugaan penyelewengan dan penyalahgunaan bantuan dana desa tahun 2015-2016 dan 2017.

Pertama dana bantuan Bupati tahun 2015 yang direncanakan akan dibangunkan tempat pemandian namun sampai sekarang juga (tahun 2017 red) belum dibangunkan, kedua dana desa tahun 2016 yang dibangun untuk drainase/siring, telah terjadi Over Leaving, atau tumpang tindih, karena lokasi tempat yang dibangun masih ada drainase yang lama dan kondisinya masih sangat bagus serta masih berfungsi dengan baik.

Ketiga, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), yang diambil dari dana desa tahun 2015-2017, tidak ada realisasinya sama sekali semuanya telah dimanipulasi oleh kepala Desa dan fiktif belaka. Keempat, penggunaan Dana PKK, dana karang taruna, dan dana lainnya, tidak direalisasikan semua fiktif. Dan yang terakhir, pendapatan asli desa (PAD) yaitu hasil lelang lebak lebung dan sungai, dari tahun 2014-2017, tidak jelas peruntukanya, hanya untuk keperluan kepala desa sendiri dan tidak pernah ada musyawarah dengan masyarakat.

Laporan : Rica Mariska

Editor : Imam Ghazali

Posting : Andre