Diduga Asal-asalan, Warga Pertanyakan Proyek Pemeliharaan Jalan Ruas Sukananti-Kayuara OI

193

Sumateranews.co.id, OGAN ILIR – Masyarakat Rambang Kuang, Ogan Ilir belakangan ini mempertanyakan pengerjaan proyek pemeliharaan jalan ruas Sukananti-Kayuara, yang diduga dikerjakan asal-asalan dan tak sesuai perencanaan.

Pasalnya, proyek pemeliharaan periodik jalan ruas Sukananti-Kayuara Kec. Rambang Kuang, yang didanai dari APBD Kab.OI tahun 2018 senilai Rp. 991. 700.000,- (Sembilan ratus sembilan puluh satu juta tujuh ratus ribu rupiah), yang dikerjakan oleh CV. Dhellia Mandiri ini banyak ditemui dugaan kejanggalan.

“Kita sudah melihat di lapangan, banyak sekali memang kejanggalannya. Mulai dari Kondisi pekerjaannya yang ternyata hanya penyiraman batu koral saja, dan banyak lagi lainnya,” ungkap Jum, aktivis penggiat anti korupsi yang juga Ketua LSM Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) Sumsel, kepada media sumateranews.co.id, belum lama ini.

Menurut dia, dari hasil investigasi timnya di lapangan selain banyak dugaan kejanggalan yang dilakukan oleh oknum pemborong bersama dinas terkait yakni PU PR Kab.Ogan Ilir, juga penggunaan material batu koral yang diduga cuma mencapai 26 truk.

“Awalnya ketika kita dapat informasi ini tidak percaya, tapi begitu turun ke lapangan sangat tidak masuk akal dan ini akan kami pertanyakan karena terindikasi merugikan negara,” imbuh pria yang juga asli Rambang ini, saat dibincangi di lokasi proyek tersebut.

Dia menyebutkan, dari infomasi di lapangan, ternyata proyek tersebut hanya dilakukan penghamburan batu koral sebanyak 26 truk yang masing-masing berisi 4 kubik per truk.

“Sementara kita ketahui harga per kubik koral itu sekitar Rp.400.000,- kalau dikalikan cuma Rp. 62.400.000,- mereka mengeluarkan biaya untuk pembelian material batu koral,” jelasnya.

“Untuk itu, mengacu pada UU No. 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi, kemudian PPNo. 71 tahun 2000 tentang tata cara dan peran serta masyarakat dalam pemberantasan korupsi, serta PP No.105 th 2000 tentang pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan Negara, kita minta pihak penyedia jasa untuk menjelaskannya, termasuk pihak inspektorat Ogan Ilir sendiri,” tandasnya, mengakhiri pembicaraan.

Terpisah, salah satu warga yang minta namanya tidak ditulis mengatakan, selama pengerjaan pihak pelaksana kontraktor hanya memakai alat berat berupa excavator dan gleder saja, yang dikerjakan selama 14 hari kerja.

“Kami juga heran pak, kalau cuma pemeliharaan jalan kok dananya besar sekali. Apalagi selama pengerjaannya cuma menggunakan alat berat excavator dan gleder saja,” keluh warga ini.

Sementara itu, pihak Dinas terkait saat coba dikonfirmasi sampai berita ini dimuat belum memberikan jawabannya.

Laporan : Red

Editor.    : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here