Dianggap Keluarganya Bukan Pendukung Incumbent, Supir Mobil Jenazah Tolak Antar Jenazah

0
4674
Antar Jenazah: Pj Wako Prabumulih, H Richard Chahyadi AP MSi saat ikut mengangkat keranda jenazah almarhumah Hj Marsimah ke mobil jenazah menuju TPU Karang Raja.

# Pj Wako Inisiatif Membawa Sendiri Mobil Jenazah ke Rumah Duka

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Meski hanya diikuti oleh satu pasangan calon tunggal dan berhadapan dengan Kolom Kosong (Kotak Kosong). Namun pengaruh Pemilihan kepala daerah (Pilkada) kota Prabumulih kali ini ditengah masyarakat cukup mencolok, dan sering terjadi diskriminasi. Seperti yang terjadi pada keluarga almarhumah Hj Marsimah (79) yang tinggal di Jalan Gotong Royong RT 07 RW 03 Karang Raja III, Kecamatan Prabumulih Timur.

Lantaran dianggap keluarganya bukan pendukung calon incumbent, supir tetap mobil jenazah milik Pemkot Prabumulih yang selama ini bertugas menjemput dan mengantar jenazah kali ini menolak tak mau mengantarkan jenazah almarhumah ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karang Raja. Tak ayal sikap membangkang dan arogan yang ditunjukan supir bernama Tirta ini sempat memancing emosi Pejabat (Pj) Wali Kota (Wako) Prabumulih, H Richard Chahyadi AP MSi.

Bahkan ketika dihubungi sesama rekannya, Tirta masih dengan tegas menolak lantaran keluarga almarhumah dianggap bukan pendukung calon petahana (Incumbent, red). “Awalnya saya dapat informasi kalau yang bersangkutan tidak mau melayani warga yang sedang terkena musibah. Karena itu saya langsung berbicara dengan Tirta melalui telepon Dedi (supir mobil jenazah lain) untuk tahu alasannya,” ungkap Richard Chahyadi, saat dibincangi di rumah duka almarhumah Hj Marsimah, Rabu (13/6) sore.

Mendapati sikap penolakan supir tersebut, dan kondisi kediaman Rumah Dinas Walikota yang sepi karena banyak ditinggal PNS-PHL libur bersama Idul Fitri, membuat mantan Pjs Bupati OKU Timur ini berinisiatif membawa sendiri mobil jenazah ke rumah duka.

“Jadi, setelah ada warga yang meminta bantuan mobil jenazah. Saya meminta agar yang bersangkutan mengantar mobil jenazah. Tetapi, dia menghindar dan akhirnya saya yang langsung berbicara dengan dia melalui handphone temannya. Omongan dia ditelepon itu yang tidak bisa diterima,” ujarnya.

Masih kata Richard, selama ini dirinya hanya mendengar dari omongan orang lain, jika yang bersangkutan sering tidak mau menolong. “Tetapi, tadi saya dengar langsung dari Tirta bahwa dia adalah orang Ridho (paslon tunggal Pilwako Prabumulih) kalau bukan berkaitan (kegiatan) Ridho, maka dia tidak mau. Itu jawabannya,” tambahnya.

Usai mendengar pernyataan dari Tirta, Richard masih menunggu namun yang bersangkutan tetap tidak menunjukkan batang hidungnya.

“Karena lama menunggunya, dan kasihan keluarga musibah menunggu lama dan harus dimakamkan selepas salat ashar maka akhirnya saya sendiri yang membawa mobil jenazah itu ke rumah duka. Mobil yang saya bawa itu seharusnya untuk mengantar jenazah di Wonosari, dan saya himbau kepada Dedi untuk menunggu mobil jenazah dari Tirta untuk dibawa ke Wonosari,” tandasnya.

Pantauan sumateranews.co.id, begitu mengetahui supir mobil jenazah yang datang adalah Penjabat Wali kota Prabumulih membuat warga yang melayat dan keluarga almarhumah terkejut. Bahkan tak sedikit warga yang mengetahui kejadian tersebut menyesalkan sikap arogansi supir yang terlalu diskriminasi dan tendensius karena alasan beda pilihan dalam Pilkada.

Sementara itu Pj Wako Prabumulih, tak hanya ikut menyolatkan jenazah namun juga ikut mengangkat keranda yang membawa almarhumah Hj Marsimah mulai dari rumah duka sampai ke dalam mobil jenazah.

Laporan : Irfan

Editor    : Donny