Di Tapung, Penampungan Kernel dan Cangkang Sawit Diduga Ilegal Kembali Marak, Polisi Tunggu Laporan Perusahaan Dirugikan

281
Maraknya tempat usaha penampungan Kernel (Inti Sawit), dan Palm Kernel Shell (Cangkang Sawit) diduga ilegal, yang masih beroperasi di wilayah Dusun Sungai Lembu, Desa Sari Galuh, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, belakangan ini mulai dikhawatirkan warga dan sejumlah lembaga social masyarakat. Warga pun meminta pihak kepolisian untuk menindak dan menertibkan tempat penampungan kernel dan cangkang sawit diduga illegal tersebut.

Sumateranews.co.id, KAMPAR, – Maraknya tempat usaha penampungan Kernel (Inti Sawit), dan Palm Kernel Shell (Cangkang Sawit) diduga ilegal, yang masih beroperasi di wilayah Dusun Sungai Lembu, Desa Sari Galuh, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, belakangan ini mulai dikhawatirkan warga dan sejumlah lembaga social masyarakat. Warga pun meminta pihak kepolisian untuk menindak dan menertibkan tempat penampungan kernel dan cangkang sawit diduga illegal tersebut.

Salah satunya datang dari Ketua Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Kabupaten Kampar, Robinson Tambunan. Menurut dia, pihaknya sebelumnya menerima informasi dari warga setempat terkait adanya dugaan aktivitas usaha Inti Sawit Ilegal dan Cangkang Sawit di Desa Sari Galuh.

“Kemudian kita melakukan investigas ke lapangan, ternyata informasi dari warga tersebut benar,” terangnya, kepada awak media, Selasa (12/11).

Ungkap Robinson, pihaknya berharap kepada kepolisian dan instansi terkait untuk menertibkan dan menindak tegas aktivitas tersebut.

“Kepada Dinas Kabupaten Kampar atau instansi terkait, agar segera menindaklanjuti dugaan usaha inti sawit ilegal ini,” ucap Robinson.

Sementara itu, saat awak media ini melakukan investigas dilapangan, salah seorang pemilik usaha Inti Sawit di daerah itu sempat menghampiri dan menantang awak media. “Silahkan photo semuanya. Naikkan ajalah di media anda, mau media nasional atau media internasional, saya tidak takut. Silahkan laporkan, Ini saya Rudi Hartono,” kata pemilik gudang usaha inti sawit tersebut dengan bahasa arogannya kepada awak media.

Terpisah, Kapolsek Tapung, Kompol. Sumarno, melalui Kanit Reskrim, Aipda. Aulia Rahman, S.H, ketika dikonfirmasi awak media terkait adanya tempat atau lokasi usaha penampungan Inti Sawit, dan Cangkang Sawit mengatakan, pihaknya tidak bisa menindak kegiatan tersebut.

“Kita tidak bisa menindaklanjutinya, apabila belum ada laporan dari pihak yang merasa dirugikan,” jelas Aipda Aulia Rahman ketika ditemui di ruangan kerjanya.

Lebih jauh dia kembali menjelaskan, soal pihak yang dirugikan tentunya ialah pihak perusahaan.

“Jika ada perusahaan yang merasa dirugikan atas kegiatan tersebut, dan membuat laporan ke Polsek, barulah nanti akan kita tindaklanjuti,” imbuhnya.

“Sementara ini, kita belum bisa mengatakan apakah itu ilegal atau legal, yang jelas itu legal. Karena barang cangkang sawit itu dari pihak perusahaan. Apakah disitu ditemukan penggelapan atau pencurian, tentu ada yang dirugikan. Jadi kami butuh pihak yang dirugikan membuat laporan, baru kami tindaklanjuti,” tandasnya.

Terakhir, dia mencontohkan perusahan CPO yang merasa dirugikan atas aktivitas tersebut. “Ada membuat laporan ke Polsek, itu akan kita tindaklanjuti. Karena dasarnya ada laporan dari pihak yang telah dirugikan,” tegasnya.

Laporan : Arifin

Editor     : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here