Dewan OI Tinjau Proyek Yang Salah Lokasi

0
293

Sumateranews.co.id, INDRALAYA- Menyikapi persoalan berpindahnya lokasi proyek pengerasan jalan yang seyogyanya dibangun di lokasi antara Desa Ulak Segara-Lubuk Tunggal Kecamatan Rambang Kuang Kabupaten OI, maka Anggota DPRD Ogan Ilir dari Komisi III yang dimotori Armin Heriyadi beserta rekannya, Azmi Ahadi, Irdansyah serta Rizal Mustofa, meninjau lokasi proyek tersebut, Selasa (5/12/2017).

Menurut Armin Heriyadi, peninjauan ke lokasi tersebut dirasa penting, mengingat pembangunan jalan yang diharapkan bisa memberikan kenyamanan berlalu lintas di dua desa itu, ternyata di luar perkiraan oleh pihak kontraktor dikerjakan dengan tidak tepat sasaran.

“Kita turun ke lokasi ini tentunya sebagai pembuktian bahwa, kita serius menyikapi persoalan yang terjadi. Ini penting dilakukan, sebagai tanggung jawab kita di Komisi III, yang juga membidangi soal pembangunan,” ujar Armin didampingi oleh rekannya sesama anggota DPRD di Komisi yang sama.

Lanjut Armin, setelah melihat langsung ke lokasi, ternyata persoalan yang terjadi bukan hal yang remeh. Dan pihaknya berjanji akan melakukan tindakan serius guna menyelesaikan persoalan yang dimaksud.

“Setelah kita lihat dan meninjau lokasi, ternyata benar tak sesuai ekspektasi kita. Selain berpindahnya lokasi pengerasan, di lapangan juga kita temukan pengerjaannya bukan di wilayah dalam Kecamatan Rambang Kuang, namun malah di luar ketentuan, yaitu di wilayah Kecamatan Muara Kuang,” kata dia.

Selain itu di beberapa titik, lanjutnya, sudah ada jalan yang ambles. Padahal jalan baru beberapa minggu dilakukan pengerasan.

“Kami kira spesifikasi material batu pun tak sesuai. Di sini terhampar batu split yang biasa dipakai untuk jalan aspal, harusnya memakai batu agregat B agar lebih kuat tertanam ke dalam tanah,” jelasnya lagi.

Dengan temuan yang kita dapatkan ini, sambungnya, tetap akan kita panggil pihak kontraktor serta PU PR agar menjelaskan dan lain sebagainya.

“Kita akan mendorong kepada PU PR khususnya, agar pengerasan jalan yang dilakukan oleh kontraktor ini tidak diterima atau batal bayar, karena terindikasi banyak penyelewengan,” pungkasnya.

Armin Heriyadi juga menunjukkan lokasi jalan yang dirasa tidak tepat sasaran pengerasannya yang menggunakan batu split.

Saat dimintai keterangan, Kepala Desa Lubuk Tunggal Budi Yarman mengatakan, dirinya mewakili warga merasa kecewa terkait pekerjaan pengerasan jalan yang dipindah lokasikan tersebut.

“Melihat hasil yang ada sekarang, kami menduga kontraktor hanya ingin untung besar, mengingat hanya jalan yang tak parah yang mereka hamparkan batu tersebut, sedangkan jalan yang parah malah mereka abaikan,” tegasnya.

“Selain tak sesuai harapan karena berpindah lokasi, kita lihat juga proyek yang dikerjakan di tempat tersebut pun lebih memilih tempat-tempat yang tak perlu penanganan khusus. Mengapa jalan yang ada titik parah semisal di pangkal desa dari Lubuk Tunggal – Kasa malah diabaikan. Kami berharap dengan hadirnya anggota DPRD ke lapangan hari ini, bisa memberikan solusi terbaik untuk kami warga dua desa,” tandasnya.

Laporan            : H. Sanditya Lubis

Editor/Posting   : Imam Ghazali

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article