Desember 2020 Puncak Badai La Nina, Kapolres Tulang Bawang Sebut Kabupaten Tuba Tergolong Rawan Bencana

70
Desember 2020 Puncak Badai La Nina, Kapolres Tulang Bawang Sebut Kabupaten Tuba Tergolong Rawan Bencana
Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro SIK, saat melakukan pengecekan pasukan, serta sarana dan prasarana (sarpras) guna kesiapan penanggulangan bencana alam, usai memimpin Apel Gelar Pasukan Siaga Bencana Alam serta Pengamanan Hari Raya Natal tahun 2020 dan Tahun Baru 2021 di tengah pandemi Covid-19, Senin (30/11/2020).

TULANG BAWANG – Berdasarkan hasil analisa BMKG, memasuki akhir tahun 2020 akan terjadi peningkatan akumulasi curah hujan akibat fenomena alam La Nina di seluruh Indonesia. Salah satunya yang rawan merasakan dampak akibat puncak La Nina yang diprediksi terjadi pada Desember 2020 dan Januari 2021 ini yakni, Kabupaten Tulang Bawang (Tuba), Lampung.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro SIK, saat memimpin Apel Gelar Pasukan Siaga Bencana Alam serta Pengamanan Hari Raya Natal tahun 2020 dan Tahun Baru 2021 di tengah pandemi Covid-19, Senin (30/11/2020) pagi, sekira pukul 09.21 WIB, di lapangan Pemerintah Daerah Kabupaten Tulang Bawang, Jalan Cemara, Lingkungan Gunung Sakti, Kelurahan Menggala Selatan, Kecamatan Menggala.

“Prediksi dari BMKG, puncak La Nina akan terjadi bersamaan dengan puncak musin hujan di bulan Desember 2020 dan Januari 2021,” sebut AKBP Andy dalam amanat Bupati Tulang Bawang DR. (Cand). Hj. Winarti SE MH, yang ia bacakan.

Disampaikan AKBP Andy, bahwa dari hasil analisa BMKG, akibat fenomena alam La Nina di seluruh Indonesia itu akan berdampak rawan bencana berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, gempa bumi dan tsunami.

“Kabupaten Tulang Bawang ini tergolong daerah rawan bencana, seperti yang terjadi pada tahun 2020 ini. Menurut data yang ada, bahwa pernah mengalami bencana alam berupa banjir di Kecamatan Menggala dan sekitarnya, serta angin puting beliung di Banjar Agung dan sekitarnya,” ucapnya.

Dikatakan Andy, berdasarkan data dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung, pada bulan November 2020 Kabupaten Tulang Bawang termasuk dalam daerah zona kuning. Untuk itu, ia berharap melalui apel gabungan tersebut diharapkan menjadi momentum kesiapsiagaan bersama dalam melakukan antisipasi bencana alam, pengamanan Hari Raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 di tengah pandemi Covid-19.

“Sosialisasi tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan 3M + 1T (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan tidak berkerumun) kepada masyarakat semakin digencarkan guna pencegahan Covid-19,” tambahnya.

Selanjutnya, kegiatan diakhiri dengan pengecekan pasukan, serta sarana dan prasarana (sarpras) guna kesiapan penanggulangan bencana alam oleh Kapolres yang didampingi forkopimda Kabupaten Tulang Bawang.

Laporan : Herry III Editor : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here