Dendam, Ujang Putih Tewas dengan 11 Tusukan

0
437
Pelaku penusukan korban Ujang Putih yang dikawal petugas. (foto: donna)

Sumateranews.co.id, LUBUKLINGGAU-Jajaran Sat Reskrim Polres Lubuklinggau mengamankan pelaku Jumedi alias Medi (25) warga Jalan Pelita RT 07 Kelurahan Pelita Jaya Kecamatan Barat II dengan tindak pidana penganiayaan menyebabkan korban meninggal dunia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 ayat (3) KUHP.

Tersangka dibekuk berdasarkan laporan Naldi Febriyansyah (21) warga Jalan Kebun Sari No 07 RT 04 Kelurahan Lubuk Aman Kecamatan Barat II, Dasar: Lp/ B _210 / VII/ 2018, Reskrim, tanggal 22 Juli 2018, pada Minggu (22 Juli 2018) sekira Pukul 17.00 WIB di Jalan Garuda Hitam (Samping Sub Koss Kelurahan Pasar Pemiri Kecamatan Lubuklinggau Barat II).

Korban Putonaki alias Ujang Putih (43) warga Jalan Kebun Sari No 07 RT 04 Kelurahan Lubuk Aman Kecamatan Barat II, meninggal dunia. Korban mengalami luka tusuk sebanyak 11 liang di bagian dada, lengan, dan punggung belakang yang mengakibatkan korban meninggal dunia pada pukul 19.30 WIB di RS Ar Bunda. Demikian tegas Kapolres Lubuklinggau AKBP Sunandar melalui Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau AKP Wahyu Madurasyah Putra, Senin (23/7).

Wahyu Madurasyah Putra mengatakan, pelaku yang merasa dendam dengan korban karena anak buah korban pernah menusuk pelaku, pada pukul 17.00 WIB. Karena itu ketika bertemu korban pelaku langsung menusuk secara membabi-buta.

Selanjutnya pelaku melarikan diri ke arah Taman Makam Pahlawan. “Akibat ditusuk oleh pelaku korban mengalami luka tusuk sebanyak 11 lobang di dada, lengan, dan punggung belakang yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” ujarnya.

Setelah mendapat informasi dari masyarakat bahwa telah terjadi penganiayaan. Kemudian piket Reskrim melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan pengejaran terhadap tersangka.

Setelah dilakukan pengejaran pelaku menyerahkan diri ke Polsek Barat pada pukul 21.00 WIB. Selanjutnya tersangka langsung dibawa ke Polres Lubuklinggau untuk dilakukan pemeriksaan secara intensif.

Laporan          : Donna April
Editor/Posting : Imam Ghazali