Demo Massa “Aksi Akbar Rakyat Sumsel” di Bundaran Air Mancur Batal Digelar, Ternyata Ini Dia Penyebabnya

0
165

Habib Mahdi Shahab: Ini Menjadi Catatan Bagi Kami Kalau Ini Pelanggaran 

PALEMBANG – Rencana Aksi Akbar Rakyat Sumatera Selatan yang akan melakukan unjuk rasa di Bundaran Air Mancur Masjid Agung Palembang, pada Jum’at siang, 16 September 2022, batal digelar.

Pembatalan aksi ratusan massa yang menuntut penurunan harga BBM, tegakkan keadilan dan supremesi hukum serta turunkan harga kebutuhan pokok itu terjadi setelah adanya pertemuan dan komunikasi antara Kapolrestabes Palembang didampingi oleh Kasat Intel dengan perwakilan massa aksi, yaitu Habib Mahdi Shahab, Doni Meilano dan Faisal Supriyanto (Korak).

Kapoltabes Palembang, Kombes Pol Mokhamad Ngajib S.IK didampingi oleh Kasat Intel Polrestabes Palembang mengatakan, bahwa hasil koordinasi disepakati aksi tidak dapat dilanjutkan karena telah diatur dalam UU No. 9 Tahun 1998 tentang Penyampaian Pendapat di Muka Umum pada pasal 15, yang menjelaskan, bahwa salah satu tempat yang dilarang untuk melakukan Aksi Unjuk Rasa di seputaran Rumah Ibadah.

“Sementara seperti diketahui bahwa Bundaran Air Mancur masih dalam seputaran kawasan masjid sehingga untuk menghormati dan memberikan rasa kenyamanan kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah tidak terganggu dengan adanya aktivitas aksi unjuk rasa,” ujar Kombes Pol Mokhamad Ngajib.

Pihaknya juga dikatakannya, telah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata kota Palembang untuk memberikan izin kepada peserta aksi menyampaikan aspirasinya di Monpera Palembang dengan dikawal oleh Kepolisian sehingga pelaksanaan aksi dapat berjalan aman dan lancar.

“Atas penyampaian tersebut massa dari Aksi Akbar Rakyat Sumsel tidak bersedia untuk melakukan aksi di Monpera Palembang, perwakilan massa aksi sepakat bahwa “Aksi Unjuk Rasa Tidak Dapat Dilanjutkan” dengan catatan bahwa tidak ada pengecualian terhadap setiap kegiatan yang dapat mengganggu aktivitas kegiatan ibadah. Pada pukul 13.30 WIB, massa membubarkan diri tanpa melakukan orasi,” sebut Kapoltabes Palembang.

Sementara itu, Habib Mahdi Shahab perwakilan massa aksi mengatakan, pihaknya berdoa semoga apa yang disampaikan dalam aksi ini diijabah Allah SWT.

“Kita diingatkan Kapolrestabes Palembang untuk tidak melakukan aksi di depan rumah ibadah,” terangnya.

Lebih lanjut, Habib Mahdi Shahab menuturkan, pihaknya meminta agar ke depan aturan ini juga diberlakukan dengan yang lain.

“Jika rumah ibadah tidak diperbolehkan aksi. Ke depan, jangan lagi ada yang melakukan aksi di depan rumah ibadah, ini menjadi catatan bagi kami kalau ini merupakan pelanggaran,” tutupnya, seraya meninggalkan lokasi rencana aksi bersama massa lainnya. (King)

Editor: Donni