Demo Masalah Angkutan Truk Kayu, Pemkot Prabumulih Bawa 3 Rekomendasi Massa AGRESI ke Gubernur

415
UNJUK RASA TRUK KAYU: Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Sipil (AGRESI) Prabumulih, Rabu (09/01/2019) pagi tadi, menggelar unjuk rasa di halaman perkantoran Pemkot Prabumulih, Desa Pangkul, Cambai Prabumulih. Massa menuntut Pemkot Prabumulih untuk melarang dan menindak tegas angkutan truk kayu dan kendaraan bertonase besar lainnya, yang melintas di sepanjang jalan umum wilayah Prabumulih. Tak hanya itu, massa juga meminta Pemkot untuk menolak perusahaan GM grup untuk kembali mengerjakan perawatan Jalan Lingkar Prabumulih.

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Sipil (AGRESI), Rabu (09/01/2019) pagi, mendatangi kantor Pemerintahan kota (Pemkot) Prabumulih, di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Pangkul, Kecamatan Cambai, Prabumulih. Massa meminta Pemkot melarang truk angkutan kayu dan kendaraan bertonase besar lainnya melintas di jalan umum wilayah Prabumulih.

Tak hanya itu, massa terdiri dari sejumlah elemen dan tokoh masyarakat ini mendesak Pemerintah kota untuk mengeluarkan rekomendasi kepada Pemerintah Provinsi Sumsel agar mengevaluasi pekerjaan perawatan Jalan Lingkar tahun 2017 lalu, dan menolak perusahaan pelaksana kontraktornya untuk mengerjakannya kembali tahun ini.

“Mau dijadikan apa jalan lingkar itu, kalau masih seperti ini terus. Kapan masyarakat bisa menikmatinya, jadi kami minta Pak Wali Kota Prabumulih mendengarkan permintaan masyarakat, tolong dievaluasi pekerjaannya yang kemarin, dan menolak perusahaan GM grup kalau mereka yang masih mengerjakannya tahun ini,” ujar Sastra Amiadi, penanggungjawab aksi pada salah satu orasinya dihadapan massa dan pejabat Pemkot Prabumulih.

Dijelaskan Sastra Amiadi, masalah Jalan Lingkar bukan menjadi persoalan pihak Pemprov Sumsel saja. Namun sudah menjadi permasalahan bersama, karena sejak mulai dibangun sampai sekarang belum sepenuhnya bisa dinikmati khususnya masyarakat Prabumulih.

“Banyak jalan yang rusak dan sulit dilintasi akibat aktivitas angkutan truk batu bara dan angkutan kayu selama ini. Belum lagi persoalan pekerjaan perbaikannya, yang sudah banyak retak dan bagaimana perjanjian isi kontraknya apakah memang seperti itu (dibangun sebelah atau satu jalur) pengerjaannya,” teriak Sastra.

Senada juga disampaikan oleh Silvanus Desmansyah. Dia tambahkan, ada 3 tuntutan atau pernyataan sikap masyarakat dalam unjuk rasa tersebut. Ketiganya, diantaranya menuntut Pemkot agar menertibkan mobil angkutan kayu yang melebihi batas kapasitas daya dukung Jalan Lingkar dan penyusunan muatan yang dapat membuat rasa aman dan nyaman untuk pengguna jalan yang lain.

Kedua, mendesak Pemkot untuk menyampaikan kepada seluruh masyarakat Kota Prabumulih tentang ada atau tidaknya konstribusi pihak perusahaan (PT TEL, PT MHP, dan lain-lain) dan juga perusahaan armada angkutan lainnya kepada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Prabumulih.

“Kemudian kami juga meminta Pemkot agar menertibkan dan mengamankan aksi pungli oleh oknum aparat pejabat Kota Prabumulih, dan oknum sipil di sepanjang Jalan Lingkar, yang membebaskan mobil bermuatan besar lewat jalan kota pada malam hari,” ujar Desman, yang dalam unjuk rasa damai itu sebagai penanggungjawab lapangan.

Sementara dari pantauan, aksi massa yang menggelar unjuk rasanya di halaman depan kantor Pemkot Prabumulih dan mendapat pengawalan ketat dari pihak Kepolisian resort (Polres) Prabumulih ini disambut oleh Sekretariat Daerah (Sekda), M Kowi bersama sejumlah kepala SKPD lainnya. Dalam penyampaiannya mewakili Wali Kota Prabumulih, Kowi menyambut baik tuntutan massa.

Kowi mengatakan, pihaknya menyambut baik apa yang disampaikan massa AGRESI tersebut. Dia juga menegaskan, akan menyampaikan tuntutan massa ke Wali Kota Prabumulih, dan kemudian membawa 3 (tiga) rekomendasi tuntutan massa tersebut ke Gubernur Sumsel.

“Sekali lagi kami tegaskan, kami bukan pembuat keputusan tapi hanya memfasilitasi apa-apa yang menjadi tuntutan masyarakat. Kami akan bawa ketiga rekomendasi tuntutan warga ini ke Pemerintah Provinsi Sumsel untuk disampaikan ke Gubernur,” tandas Kowi.

Selanjutnya, usai mendengarkan pernyataan sikap Sekda Prabumulih, massa kembali meneruskan aksinya dengan mendirikan tenda di kawasan Simpang Air Mancur Jalan Lingkar-Jalan Jenderal Sudirman Prabumulih. Massa pun meminta petugas Dishubkominfo dan anggota Polres Prabumulih untuk mengawal aksi penertiban kendaraan angkutan bertonase besar yang melintas di sekitar kawasan tersebut.

“Kita langsung action di lapangan, dan menertibkan angkutan truk kayu dan kendaraan besar lainnya yang melintas di jalan ini. Termasuk angkutan truk batu bara yang masih melintas diam-diam pada malam hari. Kami juga meminta pihak Pemerintah kota dan Polres Prabumulih untuk mengawal aksi ini,” tegas Sastra lagi, ketika ditemui di lokasi pemasangan tenda.

Laporan : AD

Editor     : Donny

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here