DBD Intai Prabumulih, Dewan Desak Dinkes Lakukan Fogging

36
Ketua Komisi I DPRD Prabumulih, Heri Gustiwan, ST meminta pemerintah dan masyarakat harus waspada dan siap mengantisipasi mewabahnya penyakit DBD menyusul masuknya musim penghujan. Senada juga disampaikan oleh Sekretaris Komisi I DPRD Prabumulih, Feri Alwi SH.

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai melanda masyarakat Prabumulih. Penyakit yang disebabkan nyamuk Aides Aygepti ini menyerang tidak pandang bulu dan tidak mengenal usia.

Menyikapi itu,
Heri Gustiwan, ST selaku ketua komisi I DPRD kota Prabumulih meminta pemerintah
dan masyarakat harus waspada dan siap mengantisipasi  mewabahnya penyakit DBD tersebut.

“Ini
kan sudah memasuki musim penghujan. Jadi Dinas Kesehatan harus proaktif
merespon masalah ini,” tegasnya, ketika ditemui di kantonya, Senin
(13/01/2020).

Heri juga
meminta pihak Dinas Kesehatan agar segera mendeteksi wilayah mana yang rawan terjangkit
DBD.

“Enam
Kecamatan harus di fogging massal. Sementara daerah yang sudah terjangkit di
fogging fokus”, tandasnya.

Senada juga
disampaikan oleh Sekretaris Komisi I DPRD Prabumulih, Feri Alwi SH. Dirinya juga
mendorong agar pemerintah kota dalam hal ini Dinas Kesehatan untuk cepat
tanggap mencegah kemungkinan hal – hal yang akan terjadi akibat dampak DBD ini.

“Karena
menurut informasi sudah ada beberapa warga yang terjangkit, ini harus segera ditanggulangi,”
tegas Politisi PAN Prabumulih ini.

Bahkan agar
wabah DBD tidak meluas, Feri Alwi mendesak pemerintah agar melakukan  langkah – langkah antisipasi dengan melakukan
fogging ke rumahrumah warga.

“Jangan
menunggu ada korban baru dilakukan fogging,” tegasnya.

Diketahui,
berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Prabumulih, jumlah
kasus DBD mengalami peningkatan. Di tahun 2018 terdapat sebanyak 136 kasus,
jumlah ini bertambah di tahun 2019 menjadi 146 kasus.

Kepala Dinas
Kesehatan Kota Prabumulih, dr Tedjo Happy melalui Sekretaris Dinas dr Hesty
Widyaningsih menjelaskan, seiring peningkatan jumlah kasus DBD ,  pihaknya berharap agar masyarakat selalu
waspada terhadap penyebaran penyakit yang disebabkan oleh nyamuk ini.

“Jumlah data
ini kita peroleh dari seluruh puskesmas dan RSUD Kota Prabumulih. Untuk saat
ini jumlah terbaru belum kita terima secara keseluruhan, namun di tahun 2020
ini sudah ada beberapa pasien yang terserang DBD dan dirawat di rumah
sakit,” ujar Hesty.

Lebih lanjut
Hesty menuturkan, tren penyakit DBD yang mengalami peningkatan didominasi oleh
anak-anak mencapai 60 persen. Menurutnya, salah satu penyebab meningkatnya
trend DBD adalah masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga pola hidup
bersih dan sehat (PHBS).

“Diminta
agar masyarakat lebih mawas diri agar terhindar dari serangan nyamuk penyebab
DBD. Salah satu upaya efektif yang harus dilakukan adalah dengan cara
pemberantasan sarang nyamuk atau PSN dengan cara menguras, mengubur dan
membakar tempat-tempat yang mudah digenangi air yang ada di sekitar lingkungan
tempat tinggal. Untuk lebih efektifnya gerakan PSN ini akan kita sampaikan
disetiap kelurahan,” katanya.

Masih kata
Hesty, pemberantasan sarang nyamuk dengan cara fogging dianggap kurang
maksimal. Mengingat fogging hanya dapat membunuh nyamuk dewasa saja, tetapi
tidak untuk jentik-jentik bakal nyamuk.

“Drainase
atau paretan yang ada di sekitar tempat tinggal juga harus lancar, jangan
sampai tersumbat dan membuat genangan air yang dapat dijadikan sebagai tempat
berkembangbiaknya nyamuk. Usahakan tempat penampungan air juga selalu tetutup
rapat agar nyamuk tidak bersarang,” tutupnya.

Laporan :
Gun

Editor     : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here