DBD Intai Prabumulih, Dewan Desak Dinkes Lakukan Fogging

56
Ketua Komisi I DPRD Prabumulih, Heri Gustiwan, ST meminta pemerintah dan masyarakat harus waspada dan siap mengantisipasi mewabahnya penyakit DBD menyusul masuknya musim penghujan. Senada juga disampaikan oleh Sekretaris Komisi I DPRD Prabumulih, Feri Alwi SH.

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai melanda masyarakat Prabumulih. Penyakit yang disebabkan nyamuk Aides Aygepti ini menyerang tidak pandang bulu dan tidak mengenal usia.

Menyikapi itu, Heri Gustiwan, ST selaku ketua komisi I DPRD kota Prabumulih meminta pemerintah dan masyarakat harus waspada dan siap mengantisipasi  mewabahnya penyakit DBD tersebut.

“Ini kan sudah memasuki musim penghujan. Jadi Dinas Kesehatan harus proaktif merespon masalah ini,” tegasnya, ketika ditemui di kantonya, Senin (13/01/2020).

Heri juga meminta pihak Dinas Kesehatan agar segera mendeteksi wilayah mana yang rawan terjangkit DBD.

“Enam Kecamatan harus di fogging massal. Sementara daerah yang sudah terjangkit di fogging fokus”, tandasnya.

Senada juga disampaikan oleh Sekretaris Komisi I DPRD Prabumulih, Feri Alwi SH. Dirinya juga mendorong agar pemerintah kota dalam hal ini Dinas Kesehatan untuk cepat tanggap mencegah kemungkinan hal – hal yang akan terjadi akibat dampak DBD ini.

“Karena menurut informasi sudah ada beberapa warga yang terjangkit, ini harus segera ditanggulangi,” tegas Politisi PAN Prabumulih ini.

Bahkan agar wabah DBD tidak meluas, Feri Alwi mendesak pemerintah agar melakukan  langkah – langkah antisipasi dengan melakukan fogging ke rumahrumah warga.

“Jangan menunggu ada korban baru dilakukan fogging,” tegasnya.

Diketahui, berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Prabumulih, jumlah kasus DBD mengalami peningkatan. Di tahun 2018 terdapat sebanyak 136 kasus, jumlah ini bertambah di tahun 2019 menjadi 146 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Prabumulih, dr Tedjo Happy melalui Sekretaris Dinas dr Hesty Widyaningsih menjelaskan, seiring peningkatan jumlah kasus DBD ,  pihaknya berharap agar masyarakat selalu waspada terhadap penyebaran penyakit yang disebabkan oleh nyamuk ini.

“Jumlah data ini kita peroleh dari seluruh puskesmas dan RSUD Kota Prabumulih. Untuk saat ini jumlah terbaru belum kita terima secara keseluruhan, namun di tahun 2020 ini sudah ada beberapa pasien yang terserang DBD dan dirawat di rumah sakit,” ujar Hesty.

Lebih lanjut Hesty menuturkan, tren penyakit DBD yang mengalami peningkatan didominasi oleh anak-anak mencapai 60 persen. Menurutnya, salah satu penyebab meningkatnya trend DBD adalah masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Diminta agar masyarakat lebih mawas diri agar terhindar dari serangan nyamuk penyebab DBD. Salah satu upaya efektif yang harus dilakukan adalah dengan cara pemberantasan sarang nyamuk atau PSN dengan cara menguras, mengubur dan membakar tempat-tempat yang mudah digenangi air yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal. Untuk lebih efektifnya gerakan PSN ini akan kita sampaikan disetiap kelurahan,” katanya.

Masih kata Hesty, pemberantasan sarang nyamuk dengan cara fogging dianggap kurang maksimal. Mengingat fogging hanya dapat membunuh nyamuk dewasa saja, tetapi tidak untuk jentik-jentik bakal nyamuk.

“Drainase atau paretan yang ada di sekitar tempat tinggal juga harus lancar, jangan sampai tersumbat dan membuat genangan air yang dapat dijadikan sebagai tempat berkembangbiaknya nyamuk. Usahakan tempat penampungan air juga selalu tetutup rapat agar nyamuk tidak bersarang,” tutupnya.

Laporan : Gun

Editor     : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here