Datangi Kantor PLTU Sumsel 5, Ratusan Warga Bayung Lencir Banting TV, Kipas Angin dan Peralatan RT

1176
Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Bayung Lencir (Formabal), Senin (9/12/2019) menggelar aksi unjuk rasa di kantor PT DSSP Power Sumsel 5. Massa menuntut pihak PT DSSP Power PLTU Sumsel-5 dan PLN untuk membangun Gardu Induk (GI) demi tercapainya Kecamatan Bayung Lencir bebas pemadaman listrik yang kerap terjadi berulang kali.

// Demo Formabal Tuntut PT DSSP Power PLTU Sumsel 5 dan PLN

Sumateranews.co.id, BANYUASIN – Sedikitnya 300 warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Bayung Lencir (Formabal), Senin (9/12/2019) menggelar aksi unjuk rasa di kantor PT DSSP Power Sumsel 5. Massa menuntut pihak PT DSSP Power PLTU Sumsel-5 dan PLN untuk membangun Gardu Induk (GI) demi tercapainya Kecamatan Bayung Lencir bebas pemadaman listrik yang kerap terjadi berulang kali.

Dengan membawa spanduk dengan berbagai macam tulisan, seperti “Kami siap jaga aset PLTU dan PLN, kamipun siap cabut PLTU dan PLN”. Ada lagi spanduk yang bertuliskan “2020 Bayung Lencir Tanpa Mati Lampu”. Tak ketinggalan juga ada tulisan spanduk “Pak Jokowi Tolong SMS ke wong PLTU dan PLN ni, Berhentilah Matike Listrik Wong Bayung”.

Bahkan, untuk mengungkapkan rasa kekecewaan terhadap PT. DSSP, massa aksi juga melakukan aksi teretrikal berupa membanting Televisi, Kipas Angin, dan sejumlah peralatan rumah tangga lainnya yang telah rusak di lokasi aksi.

“Peralatan rumah tangga kami rusak galo nah, ini akibat Listrik sering padam, kamu (PT DSSP dan PLN) harus tanggung jawab” teriakan sejumlah peserta aksi.

“Kami sudah gerah dengan keadaan yang sangat merugikan masyarakat Bayung Lencir ini, masyarakat merasa dirugikan sekali dengan adanya mati lampu ini, yang mungkin sehari itu tidak hanya 2 atau 3 kali, mungkin apabila hari ini tuntutan kami tidak dipenuhi, kami akan melakukan aksi lagi dengan jumlah yang lebih besar” Ungkap Ketua Aksi, Imam Chamdana saat menyampaikan orasinya.

Imam juga mengungkapkan alasan masyarakat melakukan aksi dan menuntut ke PT DSSP Power PLTU Sumsel-5, karena kebetulan sumber energi listrik yang besar saat ini berada di Kecamatan Bayung Lencir, untuk itu titik fokusnya PLN dan PLTU harus memperhatikan Kecamatan Bayung Lencir.

“Teman-teman sebelumnya sudah melakukan aksi, namun mereka merasa dibohongi, kami meminta dibangunkan Gardu Induk (GI) dan itu adalah jalan satu-satunya agar sumber listrik lebih maksimal tersalurkan ke masyarakat Bayung Lencir, selama ini arus listrik masih melalui Jambi makanya kita hanya dapat sisanya” ujar pria yang juga merupakan Ketua Formabal ini.

Sementara Manager Jaringan Distribusi Unit Pengelola 3 Jambi, Muhammad Sofyan mengatakan bahwa secara umum, tuntutan masyarakat mengenai kompensasi dan pembangunan GI nantinya ada yang bisa memutuskan dan mengambil kebijakan soal tersebut.

“Harapannya di minggu kedua bulan Januari sudah ada pertemuan membahas tentang tuntutan masyarakat Bayung Lencir ini di Kantor Camat Bayung Lencir, via telpon tadi sudah dilaporkan ke pimpinan kita, pimpinan kita belum kumpul pak nanti mereka akan ada rapat-rapat tertentu saya kira yakin ada,” ucap Sofyan, saat menjawab pertanyaan tuntutan peserta aksi.

Masih kata Sofyan, dirinya mengaku tidak bisa memutuskan bisa atau tidaknya memberikan seperti apa kebijakan mengenai pembangunan GI dan Kompensasi dari seringnya byarpet yang terjadi di Bayung Lencir. “yang bisa memutuskan soal GI ini bukan domainnya kita, ada bagiannya, kalau kompensasi wilayah bisa, Unit Induk Wilayah bisa,” imbuhnya.

Sumber : Ril

Editor    : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here