Dari 77 Korban, Ada 17 Mahasiswa Bina Darma yang Terluka Akibat Robohnya BEI

0
317

Sumateranews.co.id, JAKARTA- Terkait robohnya balkon Gedung BEI, maka mahasiswa Bina Darma Palembang yang sedang PKL dan kebetulan berada di sana mengalami musibah, Senin (15/1).
Hingga sekarang petugas kepolisian dan yang berwenang lainnya masih menyelidiki penyebab ambruknya sebuah lantai mezanin di Gedung II Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Namun, hingga kini dugaan akibat adanya dugaan unsur terorisme dalam musibah tersebut, masih belum ada bukti yang menguatkan.
“Kami bisa memastikan bahwa kejadian ini bukan disebabkan oleh bom,” kata juru bicara Polri, Irjen Setyo Wasisto kepada para wartawan yang berkerumun di BEI, kawasan Jenderal Sudirman Jakarta sore tadi.

Ratusan orang dievakuasi dari gedung BEI yang berlantai 32, menyusul ambruknya balkon atau selasar dari Gedung II. Setidaknya 72 orang mengalami luka. Belum diketahui apakah jatuh korban jiwa.
Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengunjungi tempat kejadian dan mengatakan pihaknya akan melakukan “audit gedung” yang terakhir dilakukan pada Mei tahun lalu.

“Sekaligus juga saya sampaikan supaya mulai dilakukan audit (gedung) malam ini,” kata Anies kepada para wartawan.

“Untuk memastikan semua ketentuan ditaati. Secara aturan mereka sudah mengikuti, evaluasi kita terakhir bulan Mei 2017, ada beberapa catatan tapi catatan tersebut tidak terkait mezzanin yang rubuh,” tambahnya.

Gedung yang dibangun pada akhir tahun 1990 an ini, merupakan bagian dari dua tower. Pihak manajemen gedung mengatakan Tower I akan dapat dioperasikan kembali secara normal Selasa (16/01) namun tidak demikian halnya dengan Tower II yang masih dalam penyelidikan polisi.

Pihak manajemen juga mengklaim bahwa mereka memenuhi peraturan keselamatan dengan pemeriksaan keamanan gedung setahun lalu.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan ia berharap ambruknya selasar BEI tak akan mempengaruhi keyakinan investor.
Sejumlah orang tampak dibawa keluar gedung dengan tandu, namun wartawan dilarang mendekat.
Peristiwa terjadi pada lewat tengah hari. Saksi mata mengatakan, mendengar suara gemuruh keras saat balkon atau selasar itu ambruk.
“Yang roboh itu selasar, lantai yang digunakan orang berlalu-lalang di lantai dua,’’ kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, kepada wartawan.
Image caption Pihak manajemen mengatakan mereka melakukan pemeriksaan rutin setiap tahun.

“Sejumlah korban, kebanyakan luka-luka di tangan dan kaki dan bagian badan lain, dibawa ke berbagai rumah sakit terdekat,” katanya.
“Jadi di lantai 2 Gedung II, itu ada selasar yang biasa dipakai berjalan oleh para karyawan, itu yang roboh,” kata Argo pula.
Ia menyatakan, korban luka setidaknya 72 orang, namun jumlahnya pastinya masih terus didata.
Sebagian adalah orang yang sedang berjalan di atas Selasar itu ketika jatuh. Rekaman CCTV memperlihatkan, sejumlah orang yang tengah dengan santai berjalan di atas selasar itu jatiuh bersama lantai selasar, dan sebagian sempat menyelamatkan diri berlarian dengan panik.
Mereka yang terluka, termasuk yang mengalami patah tulang, dilarikan ke RS Siloam Semanggi, RS Pertamina, dan RSAL Mintoharjo.
“Korban jiwa, sampai saat ini tak ada laporan. Mudah-mudahan tidak ada,” katanya pula kepada wartawan.

Sementara itu, Ririen, karyawan Ernest & Young yang bekerja di lantai lima Gedung BEI menyebut selasar (lantai mezzanine) yang diduga roboh berada di antara Kantor Bank Central Asia (BCA) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Ririen berkata, selasar itu roboh jelang jam istirahat makan siang, pukul 12.00 WIB.
“Saat saya sedang keluar dari pintu gerbang BEI, itu ambruk, semua orang terlihat panik,” ujarnya kepada Abraham utama dari BBC Indonesia.
Selain karyawan perkantoran, Ririen menyebut rombongan mahasiswa yang melakukan karyawisata juga berada di gedung itu saat selasar ambruk.

Hingga pukul 13.00 WIB, kata Ririen, karyawan di tower II BEI belum dapat kembali ke lantai mereka masing-masing. “Lift dimatikan dan semua akses ditutup,” tuturnya.
Bursa Efek Indonesia mengumumkan, perdagangan BEI Senin (15/1) Sesi II akan diundur selama satu jam karena alasan force majeur.
Sejauh ini banyak pekerja berkerumun di halaman gedung yang kemudian ditutup dengan garis polisi.
Tampak kesibukan puluhan petugas polisi, namun sudah tak terlihat adanya suasana kegawatan baik di kalangan petugas maupun para pekerja dan orang-orang yang berkerumun di luar.
Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan bahwa mereka berkoordinasi dengan Direksi Bursa Efek Indonesia, dan menyebut bahwa proses transaksi dan penuntasan transaksi berjalan normal. Tidak ada gangguan listrik dan jaringan. Sistem JATS, E-CLEARS dan C-BEST berjalan normal.
Manajemen Bursa pun disebutkan tetap melanjutkan perdagangan sesi II sesuai dengan waktu normal.
Adapun nama korban Mahasiswa Bina Darma Palembang yang menjadi korban insiden tersebut dan dirawat di RSAL Mintoharjo adalah sebagai berikut.
1. Sandra Repita, Jakarta, 26 Maret 1997 luka pada lutut kiri
2. Desi Agustin, Palembang 28 Sgustus 1997, luka pada kaki kanan.
3. Meli Anjani, Palembang 4 Mei 1997, luka punggung kaki kanan.
4. Ninik Putri Utami, Banyuasin, 11 April 1997, keseleo kaki kanan.
5. Siti Nurhanifah, Palembang 1 Maret 1993, luka tangan kanan dan kaki kanan.
6. Firda, Palembang 25 Maret 1997, luka pada tangan kiri dan kaki kanan.
7. Despahera, Penantian, 20 Desember 1996, tangan kiri patah dan kaki kiri lecet.
8. Indah Yulianti Putri, Palembang, 27 Juli 1997, luka lebam pada paha kanan dan kaki kiri.
9. Karmetha Putri, Prabumulih, 1 Juli 1997, luka memar pada punggung.
10. Indah Asdiah, Muara Danau, 25 November 1997, punggung belakang retak.
11. Fransisca, Palembang 2 Juli 1996, luka memar dan lecet pada kaki.
12. Deka, Palembang 21 oktober 1996, tulang pinggul patah dan tangan kiri patah.
13. Miranda, Lubuk Linggau, 13 november 1997, luka pada kepala dan kaki kanan lecet.
14. Oktarina Sarah, Palembang 28 Oktober 1997, luka pada kaki kiri.
15. Kiki, tidak ada luka dibawa keluarga pulang
16. Gita, Pagaralam, 14 Juli 1997, luka pada tumit sebelah kiri dan luka memar pada kepala.
17. Apriani, Palembang, 16 juli 1997, luka memar pada jari kiri.

Semua korban adalah wanita, Mahasiswi Universitas Bina Dharma Palembang Fakultas Ekonomi Semester 5 yang sedang melakukan kunjungan ke BEI demikian dilaporkan.
Adapun total secara lengkap korban yang terdata adalah sebagai berikut.

1. Ny. Frediccia S, RS MRCCC
2. Tn. Yudistira RS MRCCC
3. Ny. Yuliana, RS MRCCC
4. Nike, RS MRCCC
5. Ny. Hanyani, RS MRCCC
6. Tn. Jordan, RS MRCCC
7. Febriyanti, RS MRCCC
8. Ny. Dahlian Aritonang, RS MRCCC
9. Nora, RS MRCCC
10. Bella Ayu, RS MRCCC
11. Rahayu S, RS MRCCC
12. Ny. Riska Herdiana, RS MRCCC
13. Ny. Ria Maria,RS MRCCC
14. Nina yudisia, RS MRCCC
15. Ny. Bella Adelia, RS MRCCC
16. Wida Riyanti, RS MRCCC
17.Ny. Suci Maulida, RS MRCCC
18. Ny. Wanda Lestari, RS MRCCC
19. Bunga Febby, RS MRCCC
20. Ny. Tiara Indah Sakti, RS MRCCC
21. Teti R Siahaan, RS MRCCC
22. Ny. Regina, RS MRCCC
23. Ny. Nilrah, RS MRCCC
24. Ny. Dedrit Sepriata, RS MRCCC
25. Tn. I Gusti Ngurah, RS MRCCC
26. Ny. Nina Meidania, RS MRCCC
27. Ny. Elise Lilasari, RS MRCCC
28. Ny. Diana Febrianti, RS MRCCC
29. Ny. Alvita P, RS MRCCC
30. Widar Yanti, RS MRCCC
31. Tn. Roby Meidiansyah, RS MRCCC
32. Ny. Dea, RS MRCCC
33. Ny. Sylvia, RSPP
34. Tn. Imanuel, RSPP
35. Tn. Jonathan, RSPP
36. Tn. Daru, RSPP
37. Ny. Siti Latifah, RSPP
38. Tn. Angga, RSPP
39. Ny. Nova, RSPP
40. Desi Agustin, RSAL Mintoharjo
41. Miranda, RSAL Mintoharjo
42. Firda, RSAL Mintoharjo
43. Siti Nurhanifa, RSAL Mintoharjo
44. Indah, RSAL Mintoharjo
45. Meli Anjani, RSAL Mintoharjo
46. Sandra, RSAL Mintoharjo
47. Fransisca, RSAL Mintoharjo
48. Oktarina Sarah,RSAL Mintoharjo
49. Indah Yulianti, RSAL Mintoharjo
50. Kiki, RSAL Mintoharjo
51. Gita, RSAL Mintoharjo
52. Desvahera, RSAL Mintoharjo
53. Karmeta, RSAL Mintoharjo
54. Dita, RSAL Mintoharjo
55. Apriyani, RSAL Mintoharjo
56. Deka, RSAL Mintoharjo
57. Ny. Siti Nurhayati,RSUD Tarakan
58. Yunita, RS Jakarta
59. Kartika Agustina, RS Jakarta
60. Efi tri Wahyuni, RS Jakarta
61. Mirza, RS Jakarta
62. Ayu Rika, RS Jakarta
63. Pradita Amelia,RS Jakarta
64. Rike Damayanti, RS Jakarta
65. Rika Rosari, RS Jakarta
66. Cindy Napia, RS Jakarta
67. Morel, RS Jakarta
68. Ira, RS Jakarta
69. Mustika Wilandari, RS Jakarta
70. Arian Pradana, RS Jakarta
71. Mona, RS Jakarta
72. Fitria Anggraini, RS Jakarta
73. Kilun Haneti, RS Jakarta
74. Nurhafiza, RS Jakarta
75. Nur dwi Halima, RS Jakarta
76. Suci Wulandari, RS Jakarta
77. Irtha, RS Jakarta

Sumber : Dari berbagai sumber
Editor/Posting : Imam Ghazali