Dapat Laporan Mangkrak 5 Tahun, Ombudsman Selidiki Revitalisasi Rumah Susun 26 Ilir Palembang

0
174
Dapat Laporan Mangkrak 5 Tahun, Ombudsman Selidiki Revitalisasi Rumah Susun 26 Ilir Palembang
Perwakilan Ombudsman Sumatera Selatan, Dr. Johanes Widijantoro SH MH, Senin (11/10/2021) mendatangi dan melihat langsung keadaan rumah susun (Rusun) 26 Ilir Palembang, yang sebelumnya dilaporkan mengalami hambatan dan tersendat pembangunannya (Revitalisasi).

PALEMBANG – Perwakilan Ombudsman Sumatera Selatan, Dr. Johanes Widijantoro SH MH, Senin (11/10/2021) mendatangi dan melihat langsung keadaan rumah susun (Rusun) 26 Ilir Palembang, yang sebelumnya dilaporkan mengalami hambatan dan tersendat pembangunannya (Revitalisasi).

“Kami merespon terhadap laporan tersendatnya revitalisasi Rumah susun ini,” ujar Johanes, dibincangi di lapangan.

Menurut Johanes, sebagai Lembaga Negara yang berwenang untuk mengawasi segala pelayanan publik yang menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Ombudsman terus memantau sejumlah pembangunan di Sumsel, salah satunya yang sedang dikerjakan oleh Perusahaan Umum Perumahan Nasional (Perumnas), dalam mengurusi pengembangan Rumah Susun 26 ilir Palembang.

“Pemerintah Kota Palembang sebagai pihak pengelola wilayah memiliki kepentingan untuk mendorong Pemerintah Pusat untuk segera merealisasikan rencana-rencana revitalisasi itu,” jelas Johanes, yang juga merupakan seorang dosen di Universitas Atma Jaya Yogyakarta ini.

Dia katakan, kondisi rumah susun yang sudah tua, serta banyak hilangnya sarana dan prasarana, dan tumpukan sampah menjadi tanda tanya akan kemajuan proses peremajaan rusun yang telah lama direncankan Pemerintah Kota Palembang.

“Peremajaan Rusun berguna untuk memberikan kenyamanan serta mencegah resiko kecelakaan yang dapat membahayakan kesejahteraan penghuni rusun.

Instalasi listrik yang sudah berusia puluhan tahun, serta bangunan rusun sendiri yang telah ada semenjak 1984 menunjukan usia tuanya dan dalam keadaan kritis perlu pembaruan.

Kemudian rendahnya kesehatan lingkungan juga mendapatkan perhatian, belum lagi tumpukan sampah dan tersumbatnya selokan dapat menjadi sarang berbagai macam penyakit yang membahayakan masyarakat sekitar,” urainya.

Johanes kembali menyampaikan, berdasarkan informasi yang diterima dari pihak Perumnas, bahwa dana masih menjadi masalah dalam proses revitalisasi Rusun, dan Ombudsman akan menyelidiki kebenaran pernyataan ini.

“Kami akan konfirmasi apakah benar dana menjadi masalah pada proyek yang sudah berlangsung selama 5 tahun ini,” tutup Johanes. (Dos)

Editor : Donni