DANREM 044/GAPO PIMPIN RAKOR PENANGGULANGAN KARHUTLA

0
181

Sumateranews.co.id, PALEMBANG-Bertempat di Balai Prajurit Korem 044/Gapo, Komandan Korem 044/Gapo Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo, S.IP. selaku Dansatgas darat Karhutla wilayah Sumsel memimpin rapat koordinasi pencegahan dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Sumatera Selatan, Jumat (29/9/2017).

Kegiatan rapat koordinasi pencegahan dan penanggulangan Karhutla ini sebagai tindak lanjut rapat-rapat sebelumnya dan sebagai sarana evaluasi pelaksanaan kegiatan di lapangan serta menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo pada Rapat Kerja Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2017 di Istana Negara pada tanggal 23 Januari 2017, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK) bersinergi dengan berbagai pihak melaksanakan upaya-upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Komandan Korem 044/Gapo Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo, S.IP. selaku Dansatgas darat penanggulangan Karhutla wilayah Sumsel menyampaikan bahwa aspek penyebab permasalahan dari setiap kasus kebakaran yang ada di wilayah tergolong rawan terjadi kebakaran atau pembakaran yang dilakukan secara sengaja, karena hingga saat ini belum ada yang dapat membuktikan bahwa kebakaran yang terjadi akibat alam di lahan yang statusnya ada pemiliknya.

“Dalam hal ini kita lebih mengutamakan aspek ancaman-ancaman, itu bisa timbul dari berapa hal yang menjadi penyebabnya, seperti dari adanya konflik karena tidak adanya keselarasan dan tidak adanya sinergitas sehingga kecenderungan itu akan membuka peluang yang akhirnya menjadikan sesuatu yang bisa dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” jelas Danrem.

Lebih lanjut Danrem akan mempelajari setiap permasalahan dengan bagaimana memahami karakter dan modus dengan mencoba mencari solusi. Diharapkan dari hasil Rakor ini akan ada solusi yang nantinya sama-sama bisa dipraktekan untuk mencegah terjadinya kebaran lahan.

“Kita mencoba menata dari bidang-bidang tertentu seperti bidang pertanian, perkebunan maupun perikanan. Kita sudah mempelajari hal itu dan sedang membuat sistem sehingga kita tahu siapa sih pelaku-pelakunya, itu karena ketidaktahuan, karena kesengajaan atau mungkin karena dia tidak mikirin orang lain, saking tidak mikirinnya justru efeknya berdampak sama orang lain yang akhirnya juga mengganggu lingkungan,” jelasnya.

Adapun undangan yang hadir di antaranya Danrem 044/Gapo, Kalak BPBD Prov. Sumsel, Staf Khusus Gubernur Bid. Gulbencal, Staf Khusus Gubernur Bid. Perubahan Iklim, Karoops Polda Sumsel, Danlanud Palembang, Kadis (Hut, Bun, Tan, LH, PMD, Kes, dan Kominfo) Prov. Sumsel, Sek BPBD Prov. Sumsel, Kasiops Korem 044/Gapo, Kabag Dalops Polda Sumsel, Ka Balai PPI & Karhutla Wil. Sumsel, Kabid Perlind & Konservasi SDA Dishut Prov. Sumsel, Kabd Sarpras Disbun Prov. Sumsel, Kadisops Lanud Palembang, Dirreskrim Polda Sumsel, Kasat Pol PP Prov. Sumsel, Kabiro Hukum &HAM Setda Prov. Sumsel, Kapolhut Dishut Prov. Sumsel, Ketusa GAPKI Sumsel dan Ketua APHI Sumsel.

Sumber : Pendam II
Editor : Imam Ghazali
Posting : Andre