Dampak Corona Penjualan Ranmor Roda Dua di Pagaralam Menurun Drastis

95
Pandemi Covid-19 nampaknya tak sedikit membuat orang menahan diri untuk membeli motor walaupun motor bekas (motor second). Akibatnya penjualan motor bekas (Mokas) di Pagaralam menurun drastis.

Sumateranews.co.id, PAGARALAM – Pandemi Covid-19 nampaknya tak sedikit membuat orang menahan diri untuk membeli motor walaupun motor bekas (motor second).

Akibatnya penjualan motor bekas (Mokas) di Pagaralam menurun drastis.

Tutin, Owner showroom motor bekas Tutin Motor mengatakan, sejak pandemi Covid-19 muncul, bisnis penjualan motornya melesu.

“Kondisi yang tidak menentu di tengah pandemi Corona, membuat penjualan sepeda motor bekas (mokas) juga terkena imbasnya. Selain harga yang turun, penjualan mokas pun anjlok hingga mencapai 80 % setiap bulannya, bahkan mencapai titik terparah semenjak dia menjalani bisnis ini,” ungkap rutin.

Kondisi ini, lanjut dia, membuat para pemilik showroom di Kota Pagaralam lebih memilih menahan membeli unit motor bekas untuk sementara waktu. Hal ini disebabkan karena stok mokas yang ada di showroom masih terlalu banyak, sementara jumlah pembeli sangat menurun.

Indikatornya sejak dua bulan terakhir, tak banyak motor yang berhasil terjual kepada konsumen.

“April lalu belum ada yang terjual. Kalau Maret, boleh dikatakan tidak ada yang terjual,” ujarnya ditemui, Rabu (27/5/2020).

Diakuinya, pandemi membuat roda perekonomian di Pagaralam menjadi tak lancar. Aktivitas masyarakat menjadi sangat terbatas. Akibatnya ujar dia, masyarakat menahan diri untuk membeli motor seken. Ada pula pembelian jadi batal lantaran leasing tak mau memproses pengajuan kredit dari konsumen di tengah pandemi.

“Belum lagi faktor belum masuknya musim panen kopi,” tuturnya, seraya menambahkan masyarakat lebih memilih untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, ketimbang berangan angan membeli kendaraan Roda dua.

Melesunya penjualan itu membuat harga jual menjadi ikut turun. Tutin mengatakan, rata-rata harga jual motor bekas saat ini turun sebesar 40 persen.

Meskipun begitu Tutin menambahkan, pihaknya akan terus berusaha memasarkan motor bekas yang ada. Selain dengan cara manual, pihaknya juga gencar mempromosikan motor bekas di kanal bisnis online.

Laporan : Hr III Editor : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here